Dua Prajurit Filipina Tewas Terkena Serangan Jet Sendiri

Willy Haryono    •    Kamis, 13 Jul 2017 21:43 WIB
terorisme di filipina
Dua Prajurit Filipina Tewas Terkena Serangan Jet Sendiri
Militer Filipina berbaris menuju kota Marawi yang dikuasai militan terafiliasi ISIS, 25 Mei 2017. (Foto: Romeo Ranoco/AFP/Reuters)

Metrotvnews.com, Manila: Sebuah pesawat jet tempur militer Filipina secara tidak sengaja menewaskan dua prajurit kawan dan melukai sebelas lainnya dalam pertempuran memperebutkan kota Marawi dari tangan militan terafiliasi Islamic State (ISIS).

Juru bicara militer Brigadir Jenderal Restituto Padilla mengatakan insiden pada Rabu kemarin merupakan kali kedua tentara Filipina tewas oleh gempuran jet sendiri, sejak pertempuran di Marawi dimulai hampir dua bulan lalu. 

Serangan udara dilancarkan terhadap sebuah bangunan tempat para militan diyakini bersembunyi. Namun satu dari empat bom jet FA-50 jatuh di tempat yang salah.

"Bom jatuh di area dekat sebuah bangunan di mana beberapa tentara kami berada. Ledakan bom menyebabkan sebagian bangunan itu roboh," kata Padilla, seperti dikutip AFP, Kamis 13 Juli 2017. 

"Puing bangunan runtuh menimpa tentara kami, menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya," lanjut dia.

Pertempuran di Marawi sejak 52 hari terakhir telah menewaskan 92 prajurit dan polisi, 392 militan dan 45 warga sipil. 

Jumlah tersebut meliputi enam warga sipil yang diyakini dieksekusi militan sebelum operasi militer di Marawi dimulai. 

Militer Filipina mengestimasi masih ada sekitar 100 militan yang menguasai sedikitnya 1.000 rumah dan bangunan komersil di pusat kota Marawi.

Perang di Marawi telah memaksa hampir 400 ribu warga setempat dan sekitarnya mengungsi ke tempat lain.

Presiden Rodrigo Duterte menerapkan status darurat militer di Mindanao setelah pertempuran meletus di Marawi pada 23 Mei. Duterte menyebut status darurat militer diperlukan untuk menghabisi para militan dalam waktu cepat.


(WIL)