Untuk Kedua Kali, Menlu Kuwait Telepon Menlu RI Bahas Konflik Qatar

Sonya Michaella    •    Kamis, 15 Jun 2017 12:12 WIB
kisruh qatar
Untuk Kedua Kali, Menlu Kuwait Telepon Menlu RI Bahas Konflik Qatar
Menlu Retno Marsudi menerima utusan khusus Uni Emirat Arab, untuk membahas isu Qatar (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

 Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kembali menerima telepon langsung dari Menteri Luar Negeri Kuwait untuk membahas perkembangan yang memungkinkan untuk dilakukan dalam konflik Qatar.
 
"Komunikasi ini adalah yang kedua kalinya. Kita membahas perkembangan sampai di mana yang memungkinkan untuk dilakukan di masa mendatang," kata Menlu Retno di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 15 Juni 2017.
 
Baru saja tadi malam, ungkapnya, dirinya juga mendapat telepon dari Menteri Luar Negeri Jerman terkait ini.
 
"Sekali lagi, dialog merupakan elemen yang paling utama yang sedang kita dorong lebih jauh lagi," tutur dia.
 
Menlu Retno juga mengaku senang karena Utusan Khusus dari Uni Emirat Arab (UEA) yang berkunjung ke Indonesia juga menekankan bahwa dialog lah yang terpenting.
 
"Dan saya senang Utusan Khusus Uni Emirat Arab adalah opsi utama sedangkan militer bukanlah sebuah opsi. Cukup melegakan untuk kita semua," tegas dia lagi.
 
Menurut Menlu Retno, saat dirinya di Norwegia dan menghadiri Oslo Forum, ia juga bertemu dengan beberapa menlu yang hadir, terutama Menlu Uni Eropa, Frederica Mogherini.
 
Sejak 5 Juni, atau sejak pemutusan hubungan diplomatik Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Libya, Mesir, Bahrain, Maladewa dan sederet negara lainnya dengan Qatar, Menlu Retno sudah berkomunikasi dengan negara-negara terkait dan juga para menlunya.
 
Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menjatuhkan sanksi atas negara Arab tersebut dengan alasan Doha mendukung terorisme, sementara Libya, Yaman dan Maladewa mengikuti langkah Arab Saudi. Qatar telah membantah tuduhan itu sebagai "tidak benar" dan "tanpa dasar".
 
Pemutusan hubungan diplomatik tersebut juga merambat ke wilayah udara di mana pesawat Qatar Airways dilarang masuk ke Arab Saudi. Untuk pesawat lainnya yang dari Qatar, harus melapor dulu ke Arab Saudi, jika ingin melewati wilayah udara Arab Saudi.
 
Buka peluang atas konflik Qatar
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa Indonesia membuka peluang Indonesia membantu penyelesaian konflik Arab Saudi dan Qatar. 
 
 
Jokowi mengaku sudah menelepon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Tsani, dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Banyak hal yang dibacarakan dengan para pimpinan negara tersebut.
 
Tetapi untuk sementara ini Presiden ingin mendapat masukan-masukan terlebih dahulu. Sebetulnya persoalan dasarnya apa? Sehingga nanti Indonesia bisa berperan di sebelah mana.
 
Bantuan, menurut Presiden Jokowi, baru bisa dilakukan setelah menyimpulkan hasil komunikasi dengan pimpinan negara-negara tersebut.


 

(FJR)