Tanpa Denuklirisasi, Sanksi Ekonomi Korut Tidak akan Dicabut

Willy Haryono    •    Minggu, 03 Jun 2018 13:49 WIB
korea utaraAmerika Serikat-Korea Utara
Tanpa Denuklirisasi, Sanksi Ekonomi Korut Tidak akan Dicabut
Menhan AS James Mattis. (Foto: AFP)

Singapura: Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis menegaskan Korea Utara tidak akan mendapat keringanan sanksi, kecuali jika negara tersebut melakukan langkah-langkah menuju denuklirisasi secara menyeluruh.

Pernyataan disampaikan dalam konferensi keamanan di Singapura, Minggu 3 Juni 2018, menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Korut Kim Jong-un di Negeri Singa Putih pada 12 Juni.

"Korut hanya akan mendapat keringanan saat mendemonstrasikan langkah-langkah yang dapat diverifikasi menuju denuklirisasi," ujar Mattis, seperti dilansir dari AFP, dalam pertemuan dengan Menhan Korea Selatan dan Jepang.

"Saat ini, kita berkomitmen memperkuat kerja sama pertahanan demi menjaga perdamaian," lanjut dia,

Menhan Korsel Song Young-moo mengatakan bahwa terkait perkembangan situasi di Korut saat ini, "kita semua selayaknya optimistis namun tetap waspada dalam melangkah ke depan."

Mattis menolak berkomentar lebih jauh mengenai rencana pertemuan Trump dengan Kim. Ia hanya meminta awak media untuk menanyakan hal tersebut ke Kementerian Luar Negeri AS.

Pekerjaan rumah utama menuju pertemuan bersejarah itu adalah menentukan agenda. Isu utama yang diperkirakan menjadi bahan perdebatan adalah konsep dari denuklirisasi.

Washington ingin Pyongyang menghapus seluruh program senjata nuklir, dan sebagai gantinya akan mendapat pencabutan sanksi ekonomi. 

Namun sejumlah analis menilai Korut tidak akan menghilangkan program nuklir kecuali jika mendapat jaminan keamanan.


(WIL)