Irak Hitung Ulang Hasil Pemilu Parlemen secara Manual

Arpan Rahman    •    Kamis, 07 Jun 2018 19:39 WIB
pemilu
Irak Hitung Ulang Hasil Pemilu Parlemen secara Manual
Penghitungan suara manual pemilu Irak. (Foto: AFP).

Baghdad: Parlemen Irak melakukan penghitungan suara manual. Penghitungan dilakukan di tengah tuduhan kecurangan pada pemilihan umum parlemen Mei lalu.

Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan terjadi pelanggaran pada pemilihan tersebut. Dewan menyisihkan keputusan komisi pemilihan dan membatalkan suara dari warga Irak di luar negeri.

Koalisi Sairoon dipimpin tokoh Syiah Muqtada al-Sadr memenangkan pemilu 12 Mei dengan 54 dari 328 kursi.

Aliansi Abadi menempati posisi ketiga dengan 42 kursi. Perdana menteri mengatakan menerima hasil pemilu setelah membaca laporan dari pejabat antikorupsi.

"Komite itu telah mengungkapkan hal-hal yang berbahaya, sejujurnya. Mungkin ada beberapa pelanggaran oleh kandidat, tetapi komisi pemilu menanggung bagian terbesar dari tanggung jawab," katanya.

Suara pemungutan suara lewat parlemen baru sekali ini dihitung secara elektronik, namun tudingan kecurangan yang makin menjadi membuat panitia harus kembali menghitung secara manual. Komisi awalnya menolak untuk secara manual menghitung surat suara, tapi suara Dewan Perwakilan memaksa untuk dilakukan.

Mohammed Abu Kallal, yang bekerja untuk koalisi al-Sadr, memperingatkan potensi kekerasan jika penghitungan ulang tidak selesai pada akhir masa legislatif.

"Kami khawatir keputusan ini akan mengarah ke kekosongan konstitusi di negara ini jika hasilnya tidak muncul sebelum 30 Juni," katanya, seperti dikutip UPI, Kamis 7 Juni 2018.

"Kami khawatir keputusan ini akan mempengaruhi stabilitas Irak. Kami khawatir bahwa situasi keamanan akan kacau. Kami tidak akan mentoleransi tragedi baru," pungkasnya.


(WAH)