Temui Menlu Retno, Dirjen OPCW Bahas Senjata Kimia Suriah

Sonya Michaella    •    Kamis, 27 Jul 2017 10:30 WIB
senjata kimia
Temui Menlu Retno, Dirjen OPCW Bahas Senjata Kimia Suriah
Pertemuan Menlu Retno Marsudi dengan Direktur Jenderal Organization for the Prohibition of Chemical Weapon (OPCW) (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Jakarta: Penguatan kerja sama di bidang pelarangan senjata kimia, program pelatihan dan capacity building dengan Indonesia menjadi tujuan kunjungan kerja dari Direktur Jenderal Organization for the Prohibition of Chemical Weapon (OPCW), hari ini, di Kementerian Luar Negeri.
 
Diterima oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di kantornya, Dirjen OPCW Ahmet Uzumcu menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat penting untuk OPCW, terutama dalam pelarangan penggunaan senjata kimia.
 
"Indonesia punya komitmen dalam hal ini. Dan kami juga bekerja sama di beberapa bidang, terutama keamanan kawasan," kata Uzumcu, ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Kamis 27 Juli 2017.
 
"Indonesia juga berkomitmen untuk keamanan tanpa penggunaan senjata kimia. Untuk kerja sama, Indonesia juga memiliki sejumlah capacity building yang kita harapkan bisa dikembangkan bersama," lanjut dia.
 
Di dalam pertemuannya dengan Menlu Retno, dikatakan Uzumcu, mereka membicarakan perkembangan Semenanjung Korea, terutama soal program nuklir Korea Utara (Korut).
 
"Korut juga punya stok senjata kimia. Ini adalah isu yang penting terkait keamanan dan stabilitas kawasan Semenanjung Korea serta perhatian bagi dunia internasional," ucap dia.
 
Terkait serangan senjata kimia yang pernah terjadi di Suriah, Uzumcu mengatakan, ia telah memberikan update terbaru kepada Menlu Retno. Namun, ia enggan menjabarkannya lebih lanjut.
 
Pemerintah Indonesia sendiri akan terus memperkuat kerja sama dengan OPCW sebagai bagian dari komitmen Indonesia di bidang non-proliferasi dan perlucutan senjata pemusnah massal, termasuk senjata kimia demi menciptakan dan memelihara perdamaian dan keamanan dunia.
 
Kerja sama dengan OPCW diharapkan dapat meningkatkan hubungan yang saling menguntungkan antar-industri kimia di berbagai negara dalam pengembangan industri kimia guna mendukung pembangunan ekonomi dari negara-negara Konvensi Senjata Kimia (KSK).
 
Indonesia sendiri menandatangani KSK pada 30 September 1998 dan meratifikasi pada 12 Desember 1998. 



(FJR)