Indonesia Channel 2017, Membuka Mata Dunia akan Keragaman Budaya RI

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 19 Aug 2017 11:29 WIB
kemenlu
Indonesia Channel 2017, Membuka Mata Dunia akan Keragaman Budaya RI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan suami, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini hadiri Indonesia Channel 2017 (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Surabaya: Seni dan budaya Indonesia yang beragam menarik minat 60 pemuda dan pemudi dari seluruh dunia untuk mempelajarinya. Setelah tiga bulan berada belajar, Jumat malam, para anak muda ini mempertunjukkan kemampuan mereka di hadapan warga Indonesia lainnya.
 
Indonesia Channel 2017, merupakan ajang pertunjukkan seni budaya nusantara. Para pesertanya berasal dari 45 negara di seluruh dunia.
 
Di hadapan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan suami, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan sejumlah masyarakat Indonesia, 60 anak muda ini menarikan tari-tarian tradisional Indonesia yang telah mereka pelajari di lima kota besar di tanah air.
 
Menlu Retno dalam sambutannya, menuturkan pentingnya merayakan keberagaman budaya di Indonesia. Terlebih, saat ini masih terasa semangat Hari Kemerdekaan Indonesia yang bertemakan keragaman.
 
"Menlu Retno sampaikan pentingnya merayakan keberagaman dengan cara saling menghormati dan menghargai," ujarnya, Jumat 19 Agustus 2017, seperti dikutip Metrotvnews.com dari akun Twitter resmi Kemenlu, Sabtu 19 Agustus 2017.
 
Mantan Dubes RI untuk Belanda ini juga menyampaikan bahwa seni dan budaya menjadi jembatan antara perbedaan dan keberagaman yang ada. Karenanya, dia mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk lebih mencintai lagi budaya yang menyatukan RI.
 
"Marilah kita rayakan keberagaman dan sebarkan budaya toleransi untuk sebuah perdamaian dunia," serunya.


Gelaran Indonesia Channel 2017 di Surabaya (Foto: Dok. Kemenlu RI).
 
 
Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kemenlu Al Busyra Basnur sebelumnya menyebutkan jika Indonesia Channel merupakan hasil dari program tahunan Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI). Program ini, kata Al Busyra bertujuan untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia lewat pemuda dari segala penjuru dunia. Pertama kali dibuat pada 2002, program ini sudah berhasil menghasilkan 776 alumni dari 69 negara.
 
 
Busyra mengharapkan para alumni program BSBI ini bisa mempromosikan Indonesia lewat seni dan budaya ke kampus dan teman-teman di negara asal mereka. Pemuda-pemuda mancanegara ini juga bisa bekerja sama dengan perwakilan RI di negara asalnya apabila ingin membuat acara atau aktivitas yang bertujuan mempromosikan Indonesia.
 
"Banyak dari peserta BSBI kembali ke Indonesia untuk melakukan penelitian, membuat film, menulis lagu dan lain-lain. Tahun ini, 13 dari 60 peserta yang ikut aka memperpanjang masa tinggal mereka di Indonesia untuk melakukan penelitian dan menambah ilmu pengetahuan mereka akan seni dan budaya Indonesia," pungkas dia.

(FJR)