Jepang Izinkan Obat Basmi Virus Flu dalam Sehari

Arpan Rahman    •    Sabtu, 24 Feb 2018 19:17 WIB
izin edar obat
Jepang Izinkan Obat Basmi Virus Flu dalam Sehari
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Tokyo: Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang, pada Jumat 23 Februari, menyetujui sebuah obat baru yang klaim perusahaan tersebut akan membunuh virus flu dalam tempo satu hari.

Shionogi mendapat persetujuan jalur cepat untuk segera menjual Xofluza di Jepang. Namun pil tersebut mungkin tidak tersedia sebelum Mei karena harganya belum ditetapkan, kata perusahaan tersebut kepada Wall Street Journal, seperti dikutip UPI, Sabtu 24 Februari 2018.

Regulator Jepang mempertimbangkan data dari uji coba tahap pertama dalam mengambil keputusan. Xofluza, yang dikembangkan pada 2015, menjadi obat pertama yang disetujui melalui sistem tinjauan jalur cepat, Nikkei Asian Review melaporkan.

Shionogi dan Roche dari Swiss, yang memiliki hak untuk menjual obat di luar Jepang, termasuk Amerika Serikat (AS), berada dalam tahap akhir dari percobaan tahap kedua. Mereka berencana mengajukan permohonan persetujuan AS setelah permohonan kedua.

Shionogi, yang berbasis di Osaka, perusahaan berusia 140 tahun telah menciptakan obat blockbuster yang digunakan untuk mengobati HIV dan kolesterol tinggi.

Dalam percobaan tahap akhir pada pasien flu Amerika dan Jepang, waktu rata-rata yang diperlukan Xofluza untuk membersihkan virus adalah 24 jam.

Tamiflu Roche, di antara sedikit obat buat mengobati penderita yang terinfeksi flu, membutuhkan tiga kali lebih lama dalam percobaan. Xofluza hanya membutuhkan dosis tunggal dibandingkan dengan Tamiflu selama lima hari.

Obat-obatan yang ada bertindak lambat, memungkinkan virus membajak sel dan mencegah bahan virus baru keluar dan menginfeksi sel lainnya.

Xofluza memblokir virus flu dari membajak sel induk manusia lainnya, Kepala Eksekutif Shionogi, Isao Teshirogi, mengatakan.

Xofluza dan Tamiflu memakan waktu lama untuk sepenuhnya mengekang gejala flu. Selain menawarkan bantuan lebih cepat, Shionogi berkata obatnya mengurangi efek menular, termasuk mencegah penyebaran infeksi yang cepat ke orang lain.

Beberapa perusahaan lain -- Johnson&Johnson, AstraZeneca PLC, dan sebuah startup yang didukung Merck&Co -- menguji senyawa baru buat mengobati influenza A, virus flu yang paling umum menyerang manusia.

Obat baru Jepang juga bisa mengobati virus influenza B, kata perusahaan ini.


(FJR)


Obama Sindir Sejumlah Kebijakan Trump

Obama Sindir Sejumlah Kebijakan Trump

7 hours Ago

Sejumlah kebijakan Trump disindir Obama, yaitu kebijakan imigrasi dan mundurnya AS dari Kesepakatan…

BERITA LAINNYA