Aktivis Duduki Ibu Kota, Polisi Pakistan Lepaskan Tembakan Gas Air Mata

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 25 Nov 2017 16:43 WIB
pakistan
Aktivis Duduki Ibu Kota, Polisi Pakistan Lepaskan Tembakan Gas Air Mata
Polisi Pakistan membubarkan aksi protes di Islamabad (Foto: AFP).

Islamabad: Aksi protes mewarnai Ibu Kota Pakistan, Islamabad. Pihak keamanan pun terpaksa mengambil langkah tegas membubarkan pedemo, ketika dinilai sudah menganggu.
 
Bentrokan terjadi pada Sabtu 25 November ketika polisi mengambil tindakan tegas terhadap pedemo. Sekitar 4.000 petugas dilibatkan untuk membubarkan 1.000 pedemo dari kelompol Tehreek-e-Labaik.
 
Kelompok Tehreek-e-Labaik adalah partai politik garis keras menuntut agar pemerintahan Perdana Menteri Shahid Khaqan Abbasi untuk memecat Menteri Kehakiman Zahid Hamid.
 
Partai ini menilai bahwa Hamid sudah mengubah sebuah aturan pemilu dan bahkan dinilai telah melakukan penistaan agama. Pemerintah membela diri bahwa isu ini tidak lebih sebagai kesalahan penulisan. 
 
Polisi yang melihat pedemo sudah menjurus meresahkan warga, melakukan tindakan tegas dan menangkap beberapa orang."Puluhan orang ditangkap dan 27 lainnya dibawa ke rumah sakit untuk dirawat atas luka yang mereka alami," ujar petugas polisi Saood Tirmizi, seperti dikutip AFP, Sabtu 25 November 2017.


Gas air mata yang dihalau oleh pendemo di Pakistan (Foto: AFP).

 
Protes pendudukan jalan raya ini menunjukkan kemungkinan adanya peluang kekerasan dalam pemilu pada 2018 mendatang. Pemerintah Pakistan pun mengawasi dengan ketat kiprah dari Tehreek-e-Labaik.
 
Partai yang didasarkan atas aturan syariah yang ketat, secara mengejutkan memperoleh suara besar dalam pemilu daerah di Peshawar pada Oktober lalu. Sekitar 7,6 persen suara dikuasai oleh Tehreek-e-Labaik.
 
Sejak para pendukung Tehreek-e-Labaik melakukan aksi duduk, pihak berwenang harus memblokir beberapa ruas jalan dengan menempatkan kontainer kosong guna menghalau pedemo. Tetapi hal tersebut justru menimbulkan kemacetan di dalam dan sekitar ibu kota.
 
Pemerintah Pakistan sudah berupaya untuk menegosiasikan agar aksi ini diakhiri. Mereka khawatir akan terjadi kekerasan saat upaya tegas diambil, seperti aksi serupa pada 2007 lalu.
 
Pada pagi hari ini waktu setempat, pendukung Tehreek-e-Labaik muncul di jalanan kota di Pakistan lainnya. Mereka memberikan dukungan atas aksi di Islamabad.
 
Sekitar 500 pedemo memblokir jalanan utama di Karachi. Namun aksi kali ini berlangsung dengan damai. Hal serupa juga berlangsung di Lahore, dengan pada pendukung partai memblokade tiga jalanan utama.

(FJR)