Satu Mahasiswa Indonesia Kembali Dibebaskan di Turki

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 10 Sep 2016 11:11 WIB
perlindungan wni
Satu Mahasiswa Indonesia Kembali Dibebaskan di Turki
Dubes RI untuk Turki Wardana (tengah) bersama mahasiswa yang dibebaskan (Foto: Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, Ankara: Pihak berwenang Turki kembali membebaskan seorang mahasiswa Indonesia, yang sempat ditahan. Sebelumnya mahasiswa itu ditahan karena dugaan kaitan dengan yayasan Fethullah Gulen.
 
Adapaun mahasiswa yang dibebaskan diketahui bernama Syaiful Iman. Syaiful dibebaskan pada 8 September 2016 pukul 20.30 setelah KBRI Ankara terus melakukan upaya sejak hari pertama memperoleh informasi penangkapan dari otoritas Turki.
 
"Kita tahu bahwa yang bersangkutan ditahan karena tidak mengikuti himbauan KBRI untuk meninggalkan fasilitas yang dikelola FETO. Namun demikian kita tetap melakukan upaya terbaik membebaskannya sejak kali pertama memperoleh informasi penangkapan tersebut," ujar Duta Besar RI untuk Ankara Wardana, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (10/9/2016). 
 
"Setiap hari saya komunikasi dengan Menlu dan beliau selalu ingatkan hal itu," lanjut Dubes Wardhana, yang terus melakukan pengawalan terhadap kasus WNI di Turki.
 
Syaiful adalah mahasiswa pada Middle East Technical University, Ankara. Ia ditangkap pada 26 Agustus di sebuah rumah yang dikelola oleh yayasan yang terkait dengan FETO yang sudah lama dipantau oleh Otoritas Turki.
 
Syaiful saat ini berada di Wisma Duta Besar RI di Ankara bersama sekitar 40 mahasiswa lainnya yang ditampung sementara waktu.
 
Pemerintah memberikan kepastian untuk mahasiswa Indonesia yang bersekolah di Turki dan mendapatkan beasiswa dari Yayasan Fethullah Gulen. Pemerintah akan mengganti beasiswa mereka.
 
"Kita tidak akan meninggalkan anak-anak kita penerima beasiswa Pasiad yang ada di Turki. Kita akan bantu carikan jalan keluar yang paling memungkinkan," ujar Menlu Retno menegaskan kembali komitmen Pemerintah guna membantu mahasiswa Indonesia di Turki.
 
Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Natsir mengatakan, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Turki harus terus belajar. Mereka yang mendapatkan beasiswa dari Yayasan Fethullah Gulen tak perlu risau jika beasiswanya ditarik Pemerintah Turki.



(FJR)