AS Tekankan Nilai Demokrasi kepada Thailand

Willy Haryono    •    Selasa, 14 Feb 2017 16:08 WIB
politik aspolitik thailand
AS Tekankan Nilai Demokrasi kepada Thailand
Laksamana Harry Harris, pemimpin Komando Pasifik AS. (Foto: AFP/PETER PARKS)

Metrotvnews.com, Bangkok: Amerika Serikat (AS) menekankan nilai demokrasi dalam peluncuran latihan militer gabungan bersama Thailand. 

Pernyataan disampaikan Laksamana Harry Harris, perwira militer AS paling senior yang mengunjungi Thailand sejak terjadinya kudeta pada 2014. 

"Kami ingin melihat kebangkitan Thailand sebagai kekuatan demokrasi, karena kami ingin negara ini menjadi mitra kuat dan stabil," ucap Harris, kepala dari Komando Pasifik AS, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/2/2017). 

Harris mengatakan AS "menginginkan Thailand kembali menjadi pemimpin regional dan global seperti biasanya," sambung dia, yang berencana bertemu pemimpin junta militer Prayuth Chan-ocha di Bangkok. 

Kunjungan Harris sudah dijadwalkan bahkan sebelum pelantikan Presiden Donald Trump, yang kebijakannya di Asia masih diawasi ketat komunitas global. 


Pemimpin junta militer Thailand Prayuth Chan-ocha. (Foto: AFP)

Mengantisipasi desakan AS atas nilai-nilai demokrasi, Thailand telah memperkuat kerja sama militernya dengan Tiongkok. 

Organisasi Human Rights Watch mengatakan pemerintahan di Thailand mengkhawatirkan karena dominannya kekuatan militer yang berujung pada penangkapan sejumlah aktivis dan tokoh oposisi. 

Tahun lalu junta militer Thailand menggelar referendum untuk membuat konstitusi yang dapat menghasilkan sebuah pemilihan umum. Pemilu di Thailand diperkirakan berlangsung tahun depan. 

Thailand telah menggelar latihan militer gabungan Cobra Gold bersama AS sejak 1982. Acara tahun ini akan dihadiri lebih dari 8.300 personel dari 29 negara. Dari total prajurit, sekitar 3.600 berasal dari AS. 



(WIL)