Indonesia Terus Monitor Perpindahan Sandera ABK WNI

Sonya Michaella    •    Rabu, 23 Nov 2016 16:36 WIB
wni disandera abu sayyaf
Indonesia Terus Monitor Perpindahan Sandera ABK WNI
Jubir Kemenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua kali telah terjadi penculikan dan penyanderaan di perairan Sabah, Malaysia yang menimpa empat ABK WNI. Dua ABK diculik pada 5 November dan yang dua lainnya diculik pada 19 November.
 
"Upaya pembebasan sandera terus dilakukan pemerintah. Komunikasi intensif dilakukan Menlu Retno Marsudi dengan counterpart Filipina dan Malaysia," ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Kemenlu, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

(Baca: Dua Kapten Kapal WNI Diculik di Perairan Sabah).
 
Arrmanatha menegaskan Indonesia terus memonitor perpindahan sandera. Namun, lanjut dia, juga memberikan tekanan dan bernegosiasi agar sandera dibebaskan.
 
Hal ini mau tak mau menimbulkan pertanyaan, apakah kesepakatan trilateral antara tiga negara antara Indonesia, Malaysia dan Filipina memang belum dijalankan, sehingga kembali terulang kejadian serupa.
 
"Hari ini, pertemuan lanjutan trilateral diadakan di Manila. Dalam pertemuan ini, terus menyesuaikan terkait perkembangan di lapangan," ucapnya.
 
Dikatakan Arrmanatha, apa yang dibahas di Manila akan menjadi lebih teknis di mana terkait dengan rule of engagement dalam konteks coordinated patrol.
 
"Bagaimana menghadapi insiden di laut. Kemudian menyusun TOR dalam joint working group. Bagaimana mereka bisa mengembangkan situasi yang ada. Pertemuan ini dihadiri dari TNI Angkatan Laut," ungkapnya lagi.
 
Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Lalu Muhamad Iqbal sempat menyatakan bahwa dua ABK WNI yang diculik pada 19 November lalu saat ini sudah berada di Sulu, Filipina Selatan.

(Baca: Diculik di Sabah, Kemenlu: Dua ABK WNI Kini Ada di Sulu).
 
Dengan terulangnya kejadian ini, Indonesia pun mendesak Malaysia agar pengamanan laut sekitar Malaysia lebih diperketat. Indonesia juga mengimbau para ABK WNI yang bekerja sebagai penangkap ikan untuk berhati-hati.
 
Indonesia pun mendesak agar perusahaan pemilik kapal ABK WNI yang disandera turut bertanggung jawab. Tak hanya itu, Indonesia juga mengimbau agar perusahaan tersebut tak mengirim ABK WNI terlebih dahulu untuk sementara.

(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA