Tiongkok Tampung 3.000 Pengungsi Myanmar

Sonya Michaella    •    Rabu, 23 Nov 2016 11:33 WIB
myanmartiongkok
Tiongkok Tampung 3.000 Pengungsi Myanmar
Tempat pengungsi yang disediakan Tiongkok untuk para pengungsi Myanmar

Metrotvnews.com, Beijing: Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa Tiongkok telah menerima dan merawat sekitar 3.000 pengungsi Rohingya yang telah melarikan diri dari pertempuran di Myanmar.

"Tiongkok menawarkan 'penyelesaian yang tepat' dengan menyediakan tempat tinggal dan rumah sakit bagi mereka yang membutuhkan," ucap juru bicara Kemenlu Tiongkok, Geng Shuang, seperti dikutip Associated Press, Rabu (23/11/2016).

Sebelumnya, sebuah koalisi pasukan pemberontak menyerang pos-pos pemerintahan di Myanmar, tepatnya di negara bagian Shan, yang berbatasan langsung dengan Tiongkok.

Media lokal Myanmar melaporkan bahwa delapan orang tewas dalam serangan di pos-pos militer, kantor polisi dan pusat perdagangan di Muse dan Kutkai. Korban tewas tersebut adalah seorang tentara, seorang milisi lokal, tiga polisi dan tiga warga sipil.

Kisah mengerikan pun datang dari Sai Yei, salah satu dari ribuan pengungsi yang melarikan diri dari Myanmar. Ia cukup beruntung, keluarganya mendapat bantuan dari kerabat Tiongkok yang tinggal di perbatasan.

"Saya terbangun karena suara tembakan yang keras di rumah saya, Myanmar Utara, tapi saya tidak takut. Saya telah terbiasa dengan suara tersebut," ucap Sai.

Tiongkok sendiri telah mendirikan tempat penampungan di Wanding County dan Manghai County yang berbatasan langsung dengan Myanmar.

"Saya suka Aung San Suu Kyi, tapi dia tak bisa melakukan apa-apa. Saya pikir, konflik tidak akan pernah berhenti untuk saat ini," tuturnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa akan lebih baik dirinya menjadi warga negara Tiongkok, karena Sai pun masih mempunyai garis keturunan Tiongkok. Hanya saja ia lahir dan dibesarkan di Myanmar.

"Tiongkok aman dan baik. Pemerintahnya baik. Jika ada kesempatan, saya ingin menjadi warga negara Tiongkok," pungkas Sai.

 


(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA