Putra Mahkota Thailand Minta Warga Tak Khawatir Sepeninggal Raja

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Oct 2016 09:31 WIB
raja thailand
Putra Mahkota Thailand Minta Warga Tak Khawatir Sepeninggal Raja
Putra Mahkota, Maha Vajiralongkom (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Bangkok: Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa Putra Mahkota, Maha Vajiralongkom berpesan agar warga Thailand tak khawatir tentang negara sepeninggal ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej.

"Ia (Putra Mahkota) meminta masyarakat Thailand tidak bingung atau khawatir tentang negara atau suksesi," kata PM Prayuth, seperti dikutip Reuters, Senin (17/10/2016).

Namun, lanjut ia, Putra Mahkota pun tak memungkiri bahwa seluruh Thailand sedang dilanda kesedihan mendalam. Bahkan, pemerintah menetapkan waktu berkabung selama satu tahun lamanya.

Namun, Putra Mahkota meminta agar penobatannya sebagai raja Thailand yang baru ditunda hingga satu tahun. Pasalnya, dirinya ingin memiliki banyak waktu untuk berkabung atas meninggalnya sang ayah.

Sejak dulu, kemampuan Putra Mahkota Vajiralongkorn dipertanyakan banyak pihak dalam menggantikan posisi Raja Bhumibol Adulyadej.

Meskipun dalam aturan keistimewaan keluarga kerajaan (lese-majeste) melarang diskusi terbuka terkait masalah tersebut.

Sebagai negara monarki konstitusional, Raja Bhumibol merupakan sosok yang paling dihormati meski terjadi kekacauan kekuasaan pada 2014. Saat itu, Raja Bhumibol menjadi pemersatu saat pergolakan politik terjadi.

Menurut keterangan Istana Kerajaan Thailand, Bhumibol wafat pada pukul 3.52 sore waktu setempat, Kamis 13 Oktober lalu. Sebelumnya ia didera sakit berkepanjangan.

Bhumibol adalah raja yang paling lama berkuasa yaitu selama 70 tahun. Putra Mahkota Thailand, Maha Vajiralongkorn akan segera dilantik untuk menggantikan takhta ayahnya.

 


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA