Ingin Seberangi Perbatasan, 72 Rohingya Ditembak Militer Myanmar

Sonya Michaella    •    Kamis, 17 Nov 2016 09:32 WIB
rohingya
Ingin Seberangi Perbatasan, 72 Rohingya Ditembak Militer Myanmar
Pengungsi Rohingya yang berada di kamp penampungan (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Rakhine: Ratusan Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh akibat tindakan keras militer Myanmar beberapa hari lalu. Jumlah korban tewas akibat serangan ini pun mencapai lebih dari 130 orang.

Sejumlah Muslim Rohingya ditembak mati saat mereka mencoba menyeberang Sungai Naaf yang memisahkan Myanmar dan Bangladesh, sementara yang lainnya dilaporkan terdampar di laut perbatasan tersebut.

"Hampir 72 orang tewas di tepi sungai. Militer menembak mereka ketika masih berada di tepi sungai untuk naik ke perahu," ucap seorang tokoh masyarakat Rohingya yang menolak memberitahu namanya.

Dilansir Channel News Asia, Kamis (17/11/2016), serangan ini adalah yang terparah setelah bentrokan di Rakhine pada 2002. Hal ini dinilai terjadi karena kurangnya pengawasan militer oleh pemerintahan Aung San Suu Kyi. Perang agama menjadi faktor utama dalam perang ini.

Rohingya dikurung di distrik. Para pengungsi kini tinggal di empat kamp Rohingya di sisi perbatasan Bangladesh. Pihak berwenang Bangladesh mengatakan sedikitnya 500 Rohingya melarikan diri dari Myanmar sejak bentrokan pada Oktober lalu.

"Semua dari mereka mencoba memasuki Bangladesh dengan dua kapal. Kami sudah meningkatkan patroli dan pasukan tambahan untuk memastikan keamanan di daerah perbatasan," ucap pihak kepolisan Bangladesh.

Muslim Rohingya yang berusaha menyeberang ke Bangladesh, dipastikan tidak mungkin kembali ke Myanmar dan diyakini mereka terdampar di laut.

Sementara, Menteri Pemerintah Urusan Perbatasan Myanmar negara bagian Rakhine, Htain Lin, menolak untuk mengomentari situasi tersebut. 

"Penduduk desa telah menjadi pemberontak, termasuk perempuan di desa. Mereka mencoba melarikan diri karena mereka mencoba menyerang militer," ucapnya.

Berdasarkan laporan pemerintah Myanmar, pasukan keamanan yang menjaga Rakhine pun telah tewas. Angka tewasnya prajurit hampir mencapai 40 orang.

 


(WIL)