Duterte Dituduh Langgar Hukum Internasional

Sonya Michaella    •    Minggu, 21 Aug 2016 08:33 WIB
filipina
Duterte Dituduh Langgar Hukum Internasional
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jenewa: Seorang pejabat senior PBB menuduh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte melanggar hukum internasional dalam kampanye anti-narkobanya.

Seperti dilansir BBC, Minggu (21/8/2016), lebih dari seribu orang dibunuh di Filipina dalam waktu tiga bulan belakangan karena diduga merupakan pengedar narkoba.

Pelapor khusus dalam urusan eksekusi, Agnes Callamard mengatakan seruan Duterte untuk membunuh tanpa jalur hukum para tersangka pengedar narkoba sebagai hal yang tidak bertanggung jawab secara esktrim dan tergolong kriminal.

"Pengarahan seperti ini tidak bertanggung jawab secara ekstrim serta termasuk menghasut kekerasan dan pembunuhan, yang merupakan kejahatan berdasarkan hukum internasional," kata Callamard dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Filipina, Ronald de la Rosa, saat dengar pendapat dengan Senat, mengatakan lebih 1.500 orang tewas sejak Duterte melancarkan perang melawan narkoba.

Dari jumlah itu, 665 dibunuh dalam 'operasi yang sah' sementara 889 lainnya oleh kelompok sipil bersenjata.

Pada masa kampanye, Duterte memang sudah berjanji untuk membasmi para pengedar maupun pengguna obat-obat terlarang.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Duterte menyebut PBB 'bodoh' dan bertekad untuk melanjutkan kampanye antinarkoba walau dikritik sejumlah pihak, termasuk Sekjen PBB, Ban Ki-moon.

Duterte yang baru menjabat sebagai presiden selama dua bulan tergolong pria yang keras dan tegas dalam memberantas kejahatan dan kriminal di Filipina.

Dirinya juga berjanji akan memberantas kelompok militan Abu Sayyaf yang bermukim di Filipina Selatan di mana mereka menyandera puluhan orang termasuk anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia.


(WIL)

Dua Orang Masih Ditahan Terkait Teror London

Dua Orang Masih Ditahan Terkait Teror London

9 hours Ago

Polisi telah melakukan total 15 pencarian terkait aksi teror di berbagai alamat di sekitar London.

BERITA LAINNYA