Korut: Nuklir Kami Adalah Pertahanan Atas Pemerasan AS

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 10 Sep 2016 18:51 WIB
nuklir korea utara
Korut: Nuklir Kami Adalah Pertahanan Atas Pemerasan AS
Warga Korsel melihat pengumuman uji coba nuklir Korut (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Korea Utara (Korut) memberikan justifikasi atas program senjata nuklir mereka. Pengembangan nuklir  Korut dianggap sebagai pertahanan pemerasan dari Amerika Serikat (AS).
 
Korea Selatan (Korsel) sebelumnya menyebutkan ancaman nuklir dari tetangganya ini berkembang pesat. Mereka juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menerapkan sanksi baru.
 
Uji coba yang diperkirakan berkekuatan 10 kiloton, memicu kecaman dari dunia internasional. Kekuatan ledakan nuklir tersebut bahkan hampir dua kali lebih besar dari uji coba serupa pada Januari lalu.
 
Korut juga mengklaim usai uji coba ini, mereka bisa menempatkan hulu ledak nuklir di sebuah rudal. Negara yang dipimpin Kim Jong-Un ini memberikan justifikasi uji coba yang mereka lakukan.
 
"Dengan uji coba ini, Amerika Serikat tidak akan pernah lagi melakukan pemerasan nuklir secara unilateral terhadap Korut," tegas surat kabar nasional Korut Rodong Sinmun, seperti dikutip AFP, Sabtu (10/9/2016).
 
"AS selalu jengkel dengan langkah militer yang kuat dilakukan oleh Korut," tegas pernyataan tersebut.


 
 
 
Selain itu Korut kembali mengecam Presiden Korsel Park Gyeun-hye sebagai boneka AS. Mereka menyebut Presiden Park dengan sebutan kotor dan selalu mematuhi AS.
 
Perkembangan yang diraih Korut saat ini juga diakui oleh Korsel sendiri. "Kami percaya bahwa kemampuan nuklir Korut saat ini masih meningkat dan dalam fase yang sangat cepat," ujar Menteri Luar Negeri Korsel Yun Byung-Se.
 
 
Melalui rapat tertutup pada Jumat 9 September, DK PBB mengecam keras uji coba tersebut. Mereka juga mulai menyusun proposal resolusi baru berdasarkan Pasal 41 Piagam PBB, yang mengatur tentang sanksi.
 
 
Korsel, AS, Jepang, Rusia dan Tiongkok mengecam keras uji coba di lokasi tes Punggye-ri. Mereka pun mendesak adanya sanksi baru terhadap Korut.
 
Di Seoul, puluhan pendemo membakar boneka yang diumpamakan sebagai Kim Jong-Un. Mereka menuntut tindakan keras diarahkan kepada Korut, termasuk dilakukannya serangan terhadap kompleks nuklirnya.
 
Sementara media di Negeri Gingseng pun menyuarakan hal yang sama. Mereka menuntut agar Korut segera ditangani sebelum menjadi maniak nuklir. 



(FJR)