Pekerja Tewas di Luar Negeri, Korut Terancam Sanksi HAM

Sonya Michaella    •    Rabu, 21 Sep 2016 09:01 WIB
korea utara
Pekerja Tewas di Luar Negeri, Korut Terancam Sanksi HAM
Pemimpin Korut, Kim Jong-un (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un dinilai akan mendapat sanksi jika terus menerus meraup uang banyak dari para pekerja asal Korut yang bekerja di luar negeri tampa memerhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Uang yang dihasilkan para rakyatnya di luar negeri kemudian ia gunakan untuk program nuklir Korut yang membahayakan dan meresahkan dunia internasional.

Ini dibuktikan dengan pengiriman 110.000 hingga 120.000 pekerja asal Korut ke luar negeri dan nantinya uang yang mereka hasilkan harus disetor kepada rezim Jong-Un.

Seperti dilansir Yonhap, Rabu (21/9/2016), hingga Desember 2015 lalu, Korut telah mengerahkan sedikitnya 50.000 orang demi mendapatkan USD300 juta dengan bekerja di luar negeri.

Sebagian besar pekerja dipaksa dikirim ke Tiongkok dan Rusia. 70.000 hingga 80.000 orang bekerja di pabrik industri di Tiongkok dan sisanya di industri padat karya di Rusia.

Negara-negara lain yang didatangi para pekerja asal Korut tersebut adalah Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar dan Polandia, Malaysia, Libya, Oman, Algeria, Namibia, Ethiopia, Vietnam dan Belarus.

Jika ini terus dilakukan, Korut bisa mendapat sanksi terkait Hak Asasi Manusia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Misalnya saja para pekerja asal Korut tersebut bekerja selama 10 hingga 12 jam selama enam hari dalam sepekan, namun mereka harus mengirimkan sebesar 90 persen dari pendapatan mereka untuk rezim Jong-Un.

Tak hanya itu, beberapa pengamat menilai, paksaan seperti ini pun bisa menimbulkan perkelahian antara pekerja asing dan pekerja lokal di mana pekerja Korut ingin mendapatkan banyak pekerjaan sehingga mereka mendapat tambahkan uang. Di samping itu, para pekerja lokal pun membutuhkan pekerjaan.

Menurut layanan pers berbasis Vladivostok di Rusia, perkelahian baru-baru saja pecah di sebuah galangan kapal lokal antara pekerja asal Korut dan pekerja asal Rusia.

Pemaksaan seperti yang dilakukan rezim Jong-Un ini juga menyebabkan kematian bagi para pekerjanya. Laporan hingga saat ini menunjukkan ada 13 pekerja asal Korut yang tewas di Rusia pada tahun ini.

Mayoritas tewasnya para pekerja adalah bunuh diri. Namun, ada pula yang tewas karena kecelakaan saat bekerja dan diserang penyakit karena terlalu kelelahan dan kurang gizi.

Temuan baru menunjukkan sekitar 20 pekerja Korut meninggal karena penyakit kunng di Angola. Setelah diselidiki, mereka dikirim ke Afrika untuk bekerja, namun tak divaksinasi terlebih dahulu.



(FJR)