Deportasi 4 WNI dari AS Tak Terkait Kebijakan Trump

Fajar Nugraha    •    Rabu, 10 May 2017 11:40 WIB
wni
Deportasi 4 WNI dari AS Tak Terkait Kebijakan Trump
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Ditahannya empat orang warga negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS) menyisakan tanda tanya. Namun WNI yang akan dideportasi itu tidak terkait kebijakan Presiden Donald Trump.
 
Menurut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal, KJRI New York sudah mendapatkan akses kekonsuleran. Empat WNI tersebut dalam keadaan baik dan sedang menunggu proses pemulangan. 
"KJRI terus memantau perkembangannya. Deportasi ini tidak terkait dengan kebijakan Presiden Trump," ujar Iqbal, dalam keterangannya, Rabu 10 Mei 2017.
 
"Mereka masuk (AS) tahun 2000 dan meminta suaka, namun sudah ditolak sekitar tahun 2012. Jadi deportasinya adalah sebagai pelaksanaan dari keputusan penolakan suaka tersebut," imbuh Iqbal.
 
Sementara Konsul Jenderal RI di New York Abdul Kadir Jaelani yang dihubungi Metrotvnews.com, Rabu 10 Mei menyebutkan bahwa keempat orang ini masih berstatus WNI.
 
"Pihak KJRI sudah menelepon pihak imigrasi dan akan menemui para WNI mungkin lusa karena sesuai aturan baru bisa ditemui setelah 48 jam sejak penangkapan," lanjut Abdul.

(Baca: Empat WNI Ditahan, KJRI New York Ambil Langkah Cepat).
 
Abdul menjelaskan, empat WNI ini sebenarnya sudah mendapatkan perintah pemulangan atau "order of removal". Namun pelaksanaannya ditunda karena alasan kemanusiaan.
 
Menurutnya, keempat WNI tersebut berdomisili di New Jersey dan tak berpindah-pindah. Keempat WNI ini adalah umat Kristiani yang lolos dari penganiayaan di Indonesia pada 1990-an silam. Mereka termasuk dalam delapan kelompok WNI yang diberi masa tinggal sementara oleh AS pada 2013.

(FJR)