Disebut 'Septic Tank', Pantai Boracay Filipina Ditutup

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 05 Apr 2018 14:34 WIB
wisata pantaifilipina
Disebut 'Septic Tank', Pantai Boracay Filipina Ditutup
Pantai Boracay akan ditutup akhir April mendatang. (Foto: boracayblog.com).

Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyetujui penutupan tujuan wisata Boracay. Pantai yang terkenal dengan pasir putihnya tersebut akan ditutup hingga enam bulan.

Penutupan Pantai Boracay dikarenakan wilayah itu kini dipenuhi limbah saking padatnya pengunjung dan maraknya pembangunan di wilayah pariwisata itu.

Pantai Boracay direncanakan tutup mulai 26 April mendatang. Hal ini sudah dibahas dalam pertemuan Kabinet pada Rabu malam waktu setempat. Dalam pertemuan sempat juga dibahas mengenai dampaknya, termasuk pada 17 ribu pekerja.

"Ini bukan tentang keuntungan, ini mengenai kemauan politik untuk menghadapi kerusakan lingkungan selama bertahun-tahun," kata Wakil Menteri Pariwisata Filipina Frederick Alegre, dilansir dari Washington Post, Kamis 5 April 2018.

Februari lalu, Duterte mengatakan perairan Boracay telah berubah menjadi septic tank dengan limbah manusia dibuang ke laut. Pantai ini dikunjungi lebih dari dua juta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Menikmati pemandangan matahari terbenam dna kehidupan malam yang meriah menghasilkan sekitar USD1 miliar atau sekitar Rp13,7 triliun per tahunnya. Namun, sayangnya, infrastruktur terabaikan dan pendirian resor yang tak tertib dapat menyebabkan Boracay mati dalam satu dekade ke depan.

Tak hanya itu, ratusan pemukiman ilegal juga dibangun di hutan dan lahan basah selama bertahun-tahun.


(WAH)