PM Thailand Janji Pemilu Paling Lambat Dihelat Februari 2019

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 27 Feb 2018 17:36 WIB
politik thailandthailand
PM Thailand Janji Pemilu Paling Lambat Dihelat Februari 2019
PM Thailand kembali undur jadwal pemilu hingga Februari 2019. (Foto: AFP).

Bangkok: Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan pemilihan umum yang telah dijanjikannya akan berlangsung paling lama pada Februari 2019. Dia mengatakan ini adalah penundaan terakhir untuk meredakan amarah dan kritik pada pemerintah.

Penundaan pemilu sudah beberapa kali dilakukan sejak 2014 silam. Tanggal teraakhir ditetapkan pada November mendatang, namun legisatif yang ditunjuk militer mengubah undang-undang pemilihan.

"Sekarang saya akan menjawab dengan jelas, pemilihan umum akan berlangsung paling lambat Februari 2019," katanya, seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Selasa 27 Februari 2018.

Ratusan orang berbondong-bondong ke Bangkok dalam beberapa pekan terakhir untuk mendesak pemerintah militer tidak menunda pemungutan suara. Mantan Wakil Perdana Menteri Thailand Phongthep Thepkanjana mengatakan penundaan berulang kali telah menghancurkan kepercayaan masyarakat AS padanya.

"Saya pikir banyak orang Thailand, seperti saya, tidak lagi memberi banyak kepercayaan pada apa yang dikatakan perdana menteri kita. Keterlambatan tersebut adalah gejala bahwa mereka tidak mau melepas kekuasaan," katanya.

Selain itu, kritik lain mengatakan Prayuth ingin menunda pemungutan suara untuk memastikan militer memiliki peran kunci dalam kehidupan politik Negeri Gajah Putih.


(FJR)