Rekrut Militan Baru, Janda Pemimpin Kelompok Pro-ISIS di Filipina Dibui

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 02 Dec 2017 12:55 WIB
isis
Rekrut Militan Baru, Janda Pemimpin Kelompok Pro-ISIS di Filipina Dibui
Karen Hamidon, menghadapi tuduhan menghasut pemberontakan (Foto: AFP).

Manila: Janda seorang pemimpin militan yang terbunuh akan dikenai tuduhan karena menggunakan media sosial untuk merekrut simpatisan Islamic State (ISIS) dalam pengepungan selama lima bulan di selatan Filipina.
 
Ratusan pria lokal dan asing bersenjata telah menyatakan janji setia kepada ISIS dan melakukan penyerangan di Marawi pada Mei lalu. Penyerangan mengakibatkan perang terpanjang di Filipina dan menewaskan lebih dari 1.100 jiwa.
 
Karen Hamidon, menghadapi tuduhan menghasut pemberontakan karena diduga mendesak para pengikut ISIS melakukan perjalanan ke Marawi. Dia diduga menyuruh para simpatisan untuk membantu pasukan militan lainnya melawan militer.
 
"Hamidon dengan sengaja, menghasut orang lain untuk membawa senjata melawan pemerintah Filipina," ujar Jaksa Senior Negara Bagian, Peter Ong, seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 1 Desember 2017.
 
Penyelidik pemerintah yang menyamar menuduh Hamidon menggunakan aplikasi pesan Telegram dan WhatsApp untuk menarik para simpatisan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan janda pemimpin ISIS itu secara produktif dalam kegiatan rekrutmen dan promosi untuk ISIS.
 
"ISIS mengundang Anda bergabung di Filipina. Kami mendapat laporan bahwa pintu imigrasi terbuka untuk kota Marawi dan wilayah selatan Mindanao," demikian pesan yang dikirimkan Hamido, dikutip oleh penyelidik negara bagian.
 
Hamidon membantah tuduhan tersebut. Dia mengaku dirinya adalah misionaris Islam yang menggunakan media sosial untuk tujuan keagamaan. Dia ditangkap di pinggiran kota Manila pada Oktober lalu dan sejak itu ditangkap di ibu kota.
 
Wanita itu menikah dengan Mohammad Jaafar Maguid, pendiri dan pemimpin Ansarul Khilafa Philippines (AKP), sebuah kelompok militan pro-ISIS. Mereka dituduh membantu merencanakan pemboman di kota Davao yang menewaskan 15 orang tahun lalu. Militer menuturkan bahwa Jaafar tewas pada Januari tahun ini.



(FJR)