Kaisar Akihito Turun Takhta 30 April 2019

Sonya Michaella    •    Jumat, 01 Dec 2017 11:28 WIB
politik jepang
Kaisar Akihito Turun Takhta 30 April 2019
Kaisar Jepang, Kaisar Akihito. (Foto: AFP)

Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dalam sebuah panel khusus, telah menyetujui pengunduran diri Kaisar Akihito. Pengunduran diri Kaisar  pada 30 April 2019.

Peristiwa turun takhta Kaisar Akihito adalah yang pertama dilakukan oleh seorang Kaisar Jepang dalam waktu hampir dua abad.

Turunnya Kaisar Akihito ini diakibatkan dirinya khawatir kondisi kesehatannya akan menghalangi tugas-tugasnya. Posisi Kaisar Akihito akan digantikan oleh Putra Mahkota Naruhito.

Konstitusi Jepang mendefinisikan kaisar sebagai simbol negara dan rakyat, tanpa kekuatan politik. Tugasnya meliputi upacara keagamaan Shinto dan tugas konstitusional, seperti pembukaan parlemen.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat 1 Desember 2017, posisi Naruhito akan digantikan adiknya, Akishino.

Akishino mengatakan bahwa dia bersedia untuk menjalankan tugas pangeran mahkota sebanyak mungkin setelah Naruhito naik takhta namun perlu untuk sering berkonsultasi dengan kakaknya. 

Awalnya, tersiar kabar Kaisar Akihito akan mundur dari tahtanya pada Desember 2018, saat dia berusia 85 tahun. Namun, ternyata Abe menyetujui jika kaisar turun pada 2019.

Keinginan Kaisar Akihito untuk melepaskan takhtanya sempat mendapat tentangan dari sejumlah petinggi negara. Namun, ia bersikeras untuk turun karena kondisi kesehatannya.

Kaisar terakhir Jepang yang melepaskan takhtanya secara sukarela adalah Kaisar Kokaku pada 1817.



(FJR)