Bangladesh akan Buka Kamp Baru untuk Tampung Rohingya

Sonya Michaella    •    Jumat, 06 Oct 2017 08:50 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Bangladesh akan Buka Kamp Baru untuk Tampung Rohingya
Pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Dhaka: Bangladesh mengumumkan akan membangun kamp pengungsi terbesar di dunia untuk menampung lebih dari 800 ribu pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine State, Myanmar.

Pemerintah segera memperluas sebuah kamp pengungsian di Kutupalong, dekat perbatasan Cox's Bazar, guna menampung semua pengungsi.

Sekitar 800 hektar lahan di sebelah kamp Kutupalong sempat dibiarkan begitu saja sejak bulan lalu untuk menampung pengungsi yang baru. Namun, karena kedatangan pengungsi baru melampaui 500 ribu orang, terpaksa lahan baru pun harus dibuka.

"Semua Rohingya nantinya akan dipindahkan ke zona baru tersebut dari 23 kamp di sepanjang perbatasan dan kamp-kamp darurat di sekitar Cox's Bazar," kata Menteri Penanggulangan Bencana dan Bantuan Bangladesh, Mofazzal Hossain Chowdhury Maya.

"Semua yang tinggal tersebar, akan disatukan di lahan baru tersebut. Maka, pelan-pelan kami akan bangun dan buka lahan baru," lanjut dia, dikutip dari AFP, Jumat 6 Oktober 2017.

Bentrokan terbaru Myanmar pecah pada 25 Agustus yang lalu. Ratusan, bahkan kini meningkat menjadi puluhan ribu Rohingya telah melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Tak hanya menimpa Rohingya, kekerasan komunal ini juga menimpa populasi Buddha Myanmar, Muslim Myanmar dan Hindu. Hampir 27 ribu orang keluar dari Rakhine sejak bentrokan terjadi.

Puluhan ribu warga Rakhine terpaksa melarikan diri dari rumah mereka sejak kekerasan terbaru meletus. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah pengungsi Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sudah melebihi 90 ribu. Sementara etnis minoritas lain yang dievakuasi pemerintah Myanmar mencapai 11 ribu jiwa.
 
Kebanyakan para pengungsi berada di pegunungan di negara bagian Rakhine utara, wilayah di mana PBB dan LSM internasional tidak dapat menilai kebutuhan mereka atau memberikan perlindungan serta makanan.

 


(WIL)