Korban Pelecehan dari Kardinal Bersaksi di Pengadilan Australia

Arpan Rahman    •    Senin, 05 Mar 2018 19:07 WIB
pelecehan seksual
Korban Pelecehan dari Kardinal Bersaksi di Pengadilan Australia
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Melbourne: Para korban dari tertuduh pejabat Vatikan paling senior yang pernah dituntut dalam krisis pelecehan di Gereja Katolik mulai memberikan kesaksian ke pengadilan Australia, pada Senin 5 Maret 2018.

Kardinal Australia George Pell muncul di hari pertama persidangan Pengadilan Tinggi Melbourne untuk memastikan jaksa memiliki bukti yang cukup untuk membuat dia diadili. Sidang komisi dijadwalkan berlangsung hingga satu bulan.

Mantan menteri keuangan di bawah Paus Fransiskus ini didakwa pada Juni tahun lalu atas pelecehan beberapa orang secara seksual di negara bagian di Australia, Victoria. Rincian tuduhan terhadap kardinal itu belum dirilis ke publik. Polisi telah menggambarkan tuduhan tersebut sebagai pelanggaran kekerasan seksual "historis" -- sebagai kejahatan yang diduga terjadi beberapa dekade silam.
 
Kesaksian para korban, Senin, diduga dihalangi dari publikasi dan ruang sidang tertutup untuk umum dan media. Kesaksian mereka, yang diperkirakan akan memakan waktu hingga dua pekan, berlangsung selama dua jam sebelum pengadilan ditunda Selasa pagi.

Jaksa Mark Gibson sebelumnya memberi tahu Hakim Belinda Wallington bahwa para pengadu akan memberi bukti melalui hubungan video. Wallington memberi izin kepada salah satu pelapor untuk didampingi oleh Gibson sambil memberikan bukti.

Pell diapit polisi dan pengacara pembela Paul Galbally saat melewati sekelompok besar media dan memasuki area pemeriksaan keamanan pengadilan.

Penjaga keamanan lainnya memastikan agar publik menjaga jarak mereka dari tokoh berusia 76 tahun di serambi gedung pengadilan di kota terbesar kedua di Australia, tempat dia pernah menjadi uskup agung.

Pengacara bagi terdakwa Robert Richter mengatakan polisi memiliki 21 pernyataan saksi yang diberikan oleh pembela yang menguntungkan kardinal.

"Dokumen-dokumen ini pasti relevan dengan dugaan pelanggaran tersebut," kata Richter. "Saya tahu ini tidak sesuai dengan tuntutan hukum karena mereka menghujat kardinal," cetusnya seperti dilansir AFP, Senin 5 Maret 2018.

Kasus ini menempatkan kardinal dan paus di wilayah yang berpotensi berbahaya. Bagi Pell, tuduhan tersebut merupakan ancaman bagi kebebasannya, reputasi, dan karirnya. Bagi Paus Franciskus, kasus adalah ancaman terhadap kredibilitasnya, mengingat bahwa dia terkenal menjanjikan kebijakan zero tolerance untuk pelecehan seks di gereja.

Ketika Pell dipromosikan pada 2014, dia sudah menghadapi tuduhan bahwa dia salah menangani kasus penganiayaan terhadap imam selama masa jabatannya sebagai uskup agung Melbourne dan, kemudian, Sydney.

Pell belum mengajukan permohonan. Namun pengacaranya telah mengatakan kepada pengadilan bahwa kardinal berencana untuk secara formal mengaku tidak bersalah jika diperintahkan untuk diadili.

Salah satu dakwaan ditarik, pekan lalu, karena penuduh baru saja meninggal dunia. Pell terdiam sepanjang 25 menit persidangan di pagi hari yang dimulai dengan Gibson mengubah tanggal dan taklimat tuduhan.

Komisi kerajaan di Australia -- yang merupakan bentuk penyelidikan tertinggi di negara itu -- telah menyelidiki sejak 2012 bagaimana Gereja Katolik dan institusi lainnya menanggapi pelecehan seksual terhadap anak-anak di Australia selama 90 tahun. Penyelidikan tersebut mengeluarkan laporan akhirnya pada Desember.

Setelah bertahun-tahun dituduh menutup-nutupi dan kebungkaman dari gereja karena skandal pedofilia, korban pelecehan dan pendukung mereka memuji penuntutan Pell sebagai langkah monumental dalam cara masyarakat merespons krisis ini.


(FJR)


Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

3 hours Ago

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mendukung proposal Gedung…

BERITA LAINNYA