Asap Berbahaya Penuhi Udara, 25.000 Sekolah di India Ditutup

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 09 Nov 2017 14:58 WIB
india
Asap Berbahaya Penuhi Udara, 25.000 Sekolah di India Ditutup
Asap tebal yang meliputi wilayah India (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Punjab: Sebanyak 25 ribu sekolah di utara India ditutup lantaran asap memenuhi ruang udara. Ini adalah hari ketiga asap tebal menutupi wilayah tersebut.
 
Ditutupnya ribuan sekolah di sana sebagai implementasi dari perintah pemerintah untuk melindungi warganya dari asap berbahaya.
 
 
Pemerintah Punjab menuturkan bahwa pihaknya telah menutup 25 ribu sekolah di negara bagian itu selama sisa pekan ini. Keputusan ini diambil setelah pihak berwenang Delhi mengatakan mereka menutup seluruh sekolah di ibu kota hingga Minggu mendatang.
 
Dilansir dari laman AFP, Kamis, 9 November 2017, angin kencang malah menambah parah kebakaran lahan di Punjab dan daerah sekitarnya. Hal ini yang menyebabkan polusi meningkat hingga berkali-kali di ambang batas aman.
 
Kabut beracun yang menyelimuti New Delhi sangat parah, pada Selasa 7 November. Segera para politisi mengumumkan rencana untuk menutup sekolah, menunda penerbangan. Menteri utama negara bagian Delhi mengatakan bahwa kota tersebut berubah "menjadi kamar gas".
 
Kabut tebal dan sangit bukanlah hal baru di Delhi, di mana zat itu mengendap sepanjang waktu setiap tahun, menutupi ibukota dalam emisi kendaraan dan asap dari pembakaran tanaman di negara-negara tetangga dan dari kembang api dari Diwali, festival cahaya ala Hindu. Namun dalam beberapa tahun terakhir, masalahnya nampaknya telah memburuk.
 
Pada Selasa, tingkat partikel udara paling berbahaya, yang disebut PM 2.5, mencapai lebih dari 700 mikrogram per meter kubik di beberapa bagian kota, menurut data dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS). Para ahli mengatakan bahwa paparan yang berkepanjangan terhadap konsentrasi tinggi PM 2.5 setara dengan merokok lebih dari dua bungkus sehari.
 
"Delhi sekali lagi telah menjadi kamar gas yang sesungguhnya, dan para penghuni sulit bernapas karenanya," dikutip dari surat kabar lokal berbahasa Inggris.
 
"Polusi udara selama berbulan-bulan di musim dingin menjadi petaka bagi sebagian besar wilayah utara India. Pemerintah harus secepatnya datang dengan langkah-langkah konkret untuk mengatasi polusi udara terburuk di dunia," imbuh seorang ahli dalam surat kabar itu.
 
 
Para pejabat sudah berjuang untuk mengendalikan polusi di Wilayah Ibu Kota Nasional (NCR), yang meliputi Delhi dan merupakan hunian bagi lebih dari 45 juta orang. Larangan penjualan petasan sebelum Diwali pada Oktober tampaknya memendam masalah tersebut. Namun pembakaran lahan secara ilegal, yang berkontribusi secara signifikan terhadap polusi pada saat ini, baru saja dimulai.



(FJR)