Antisipasi Situasi Venezuela, Brasil dan Kolombia Perketat Perbatasan

Muhammad Al Hasan    •    Sabtu, 10 Feb 2018 11:37 WIB
konflik venezuela
Antisipasi Situasi Venezuela, Brasil dan Kolombia Perketat Perbatasan
Pengungsi Venezuela tengah mengantre makanan di Casa de Paso Divina Providenci, Kukuta. (Foto: AFP/SCHNEYDER MENDOZA).

Kukuta: Kolombia dan Brasil memperketat pengawasan perbatasan dengan Venezuela. Kedua negara tersebut bergulat dengan peningkatan ratusan ribu pengungsi yang melarikan diri dari kemelut ekonomi di Venezuela.

Dalam kunjungannya ke perbatasan, Presiden Kolombia Juan Manuel Santos akan memberlakukan pengendalian ketat bagi pendatang. Ia menangguhkan kartu masuk harian baru bagi warga Venezuela dan mengerahkan 3.000 petugas keamanan baru di sepanjang perbatasan, termasuk 2.120 tentara tambahan.

Saat berbicara di Kukuta, kota perbatasan Kolombia, Santos memperingatkan bahwa pemerintahannya akan secara ketat menghukum setiap perilaku melanggar hukum warga Venezuela. 

"Saya ingin mengulangi kepada Presiden Maduro (Presiden Venezuela), ini adalah hasil dari kebijakan Anda, ini bukan kesalahan orang Kolombia," ujar Santos seperti dilansir dari AFP, Sabtu, 10 Februari 2018.

Menteri Pertahanan Brasil Raul Jungmann yang berbicara di kota perbatasan Boa Vista juga menegaskan pemerintahannya akan mengerahkan lebih banyak tentara untuk merelokasi puluhan ribu pengungsi Venezuela yang telah melewati perbatasan.

Kolombia dan Brasil bakal mengambil tindakan untuk menghitung jumlah migran Venezuela yang telah memasuki wilayah mereka. Brasil lewat sensus penduduk, sementara Kolombia melalui pendaftaran penduduk.

Langkah tersebut untuk memperketat perbatasan demi mengurangi warga Venezuela hijrah ke kedua negara tersebut lantaran mereka putus asa akibat hiperinflasi dan resesi parah yang terjadi negara mereka. Langkah tersebut juga mengisyaratkan frustrasi regional yang meningkat terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.


(HUS)