Tuding Pakistan Lindungi Teroris, Trump Kirim Menlu dan Menhan AS

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 07 Oct 2017 12:21 WIB
talibanpemerintahan as
Tuding Pakistan Lindungi Teroris, Trump Kirim Menlu dan Menhan AS
Menhan AS James Mattis (kanan) dan Menlu Rex Tillerson di Washington DC, 17 Agustus 2017. (Foto: AFP/MARK WILSON)

Metrotvnews.com, Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengirim penasihat diplomatik dan militernya ke Pakistan dalam beberapa pekan mendatang. Ini merupakan tindak lanjut AS usai menuding Pakistan melindungi sejumlah kelompok militan.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dijadwalkan berangkat ke Pakistan akhir bulan ini, kemudian diikuti Menteri Pertahanan James Mattis.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu 7 Oktober 2017, pengiriman ini merupakan pesan kuat dari Trump bahwa dukungan Pakistan untuk sejumlah grup teror, termasuk Taliban, harus diakhiri.

"Kami telah membayar miliaran dolar untuk memberantas teroris, dan pada saat yang sama, Pakistan malah melindungi mereka yang sedang kami lawan," ujar Trump pada Agustus lalu.

Enam pekan setelah pernyataan tersebut, AS menilai belum ada perubahan berarti dari sikap pemerintah Pakistan. Mattis menuturkan dia akan mencoba melihat kembali situasi terbaru di Pakistan.

Washington sejak lama frustrasi atas sikap Pakistan yang menawarkan tempat perlindungan lintas batas bagi fraksi-fraksi Taliban atau kelompok teror lainnya untuk memerangi tentara AS dan sekutu mereka di Afghanistan. 

Rasa frustrasi itu memuncak pada 2011, saat presiden AS saat itu Barack Obama mengirim pasukan khususnya ke Pakistan untuk membunuh pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden. 

Sementara itu Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif membantah tuduhan AS dalam kunjungannya ke Washinton. Dia ucapan Trump sebagai tuduhan kosong tak berdasar.

"Bukan begitu cara Anda berbicara dengan teman yang sudah bersama selama 70 tahun. Alih-alih tuduhan dan ancaman, kita harusnya bekerja sama satu dengan lainnya untuk perdamaian di wilayah ini," ujar Asif sembari mengonfirmasi kedatangan Tillerson.



(WIL)