Gubernur Florida: Badai Ini seperti Monster

Fajar Nugraha    •    Jumat, 07 Oct 2016 14:35 WIB
badai matthew
Gubernur Florida: Badai Ini seperti Monster
Warga Florida yang diungsikan akibat badai (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Florida: Negara Bagian Florida, Amerika Serikat (AS) dihadapkan pada badai paling berbahaya di dalam sejarah. Gubernur Florida menyebut badai ini sebuah monster.
 
Setelah menimbulkan kerusakan di wilayah Karibia,-termasuk di Haiti yang jumlah korban tewas mencapai lebih dari 300 jiwa- badai kategori 4 ini bergerak ke AS.
 
Berdasarkan perkiraan lintasan, Badai Matthew bisa menerjang hingga 965 kilometer. Wilayah itu dimulai dari Boca Raton di Florida, hingga ke wulayah utara di Charleston, South Carolina dengan membawa air laut dan memicu hujan deras di daratan.


Imbas Badai Matthew di Florida (Foto: AFP)
 
 
Hanya beberapa badai dengan kekuatan ini menerpa Florida dan tidak ada satupun sejak 1898, badai yang mengancam hingga wilayah utara. Termasuk mengancam wilayah berpopulasi padat di pesisir hingga ke Georgia.
 
Perintah evakuasi pun sudah dikeluarkan  di wilayah dengan tiga juta penduduk serta kota besar seperti di Jacksonville, Florida dan Savannah, Georgis. Kota-kota ini diperkirakan masuk dalam jalur Badai Matthew.
 
Pantai Daytona sudah menerapkan jam malam yang akan berlanjut hingga Sabtu 8 Oktober pagi waktu setempat. Sementara Presiden Obama sudah menerapkan status darurat di Florida, Georgia dan South Carolina.
 
"Badai ini seperti monster," ujar Gubernur Florida Rick Scott, seperti dikutip AFP, Jumat (7/10/2016).
 
"Saya ingin semua pihak selamat dari badai. Kita bisa membangun kembali rumah. Bisa membangun kembali lahan usaha...tetapi tidak bisa membangun kembali kehidupan," tegas Scott.
 
Pusat Pengawas Badai Nasional AS menyebutkan, badai ini bergerak dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam di sebelah timur Pantai Vero. Badai juga bergerak ke barat laut dengan kecepatan 20 kilometer per jam.
 
Wilayah selatan Florida termasuk Miami, terlepas dari dampak buruk badai. Imbas badai hanya terasa minim, setelah alurnya berbalik ke utara dan timur.
 
Kekuatan badai akan terus meningkat
 
Gubernur Scott menyebutkan badai akan mengancam pantai dan pelabuhan di Florida dengan kecepatan angin rata-rata mencapai 209 kilometer per jam. Sementara hembusan angin mencapai 257 kilometer per jam.
 
"Ketika angin datang, seketika akan disertai banjir, arus yang kencang, erosi pantai. Selain itu ada juga risiko tornado," ucap Scott.
Warga coba antisipasi serangan Badai Matthew (Foto: AFP)
 
 
"Coba bayangkan, badai yang bisa mencapai 3,3 meter. Dan selain itu, gelombang, jadi jika Anda badai dan gelombang tinggi yang dekat dengan atap rumah kalian," pungkas Scott.
 
Jalan raya saat ini dipenuhi dengan warga yang ingin menyelamatkan diri dari badai. Selain itu juga pom bensin setempat juga mulai mengering, menyebabkan warga yang panik mencari cadangan tenaga lain, radio transistor, roti, makanan kemasan, air minum, es dan makanan binatang.
 
Kondisi Haiti pascabadai
 
Kondisi Haiti setelah Badai Matthew menerpa masih tidak menentu. Haiti seperti terpecah dua akibat rute ke wilayah selatan masih terblokir karena banjir. 
 
Senator dari wilayah selatan Haiti, Herve Fourcand menyebutkan korban tewas di negaranya mencapai lebih dari 300 jiwa dan media menyebutkan korban tewas mencapai 339. 


Banjir di Haiti akibat Badai Matthew (Foto: AFP)
 
Di Republik Dominika, lebih dari 36.500 warga sudah dievakuasi. Sedangkan lebih dari 3.000 rumah hancur atau rusak.
 
Berbeda dengan Bahama, yang memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan. Di Bahamas tidak ada korban tewas dilaporkan. Tetapi beberapa wilayah di negara itu tidak bisa dipasoki listrik.
 
KJRI Houston terus pantau pergerakan WNI
 
Warga negara Indonesia (WNI) juga terus dipantau pergerakannya oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Houston. Pihak KJRI saat ini mengatakan belum ada laporan WNI yang menjadi korban.
 
Konjen RI di Houston, Henk Edward Saroinsong menegaskan bahwa KJRI Houston di Texas terus memantau WNI yang berada di Florida dan Georgia.
 
"Kami terus mengontak WNI di Florida dan Georgia karena diperkirakan Badai Matthew akan menuju ke dua wilayah tersebut," ujar Edward, kepada Metrotvnews.com, Jumat (7/10/2016).
 
"Untuk saat ini, belum ada laporan WNI jadi korban bencana alam ini. Saya berharap tidak ada," tuturnya.
 
Ia juga mengimbau agar para WNI di dua wilayah tersebut tetap memperhatikan instruksi dan senantiasa siaga dalam merespons arahan dari pihak berwenang. Untuk keluarga di Indonesia yang ingin memperoleh kabar terbaru terkait kondisi keluarga atau sanak saudaranya, agar menghubungi Hotline KJRI Houston di +1 346-932-7284.

 
 



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA