Setelah FARC, Kini ELN Berdamai dengan Pemerintah Kolombia

Willy Haryono    •    Selasa, 05 Sep 2017 12:14 WIB
kolombia
Setelah FARC, Kini ELN Berdamai dengan Pemerintah Kolombia
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengumumkan gencatan senjata dengan ELN dalam sebuah konferensi pers di Bogota, Senin 4 September 2017. (Foto: AFP/Colombia Presidency)

Metrotvnews.com, Bogota: Pemerintah Kolombia dan grup gerilyawan aktif terakhir di negara tersebut, ELN, mengumumkan gencatan senjata yang merupakan langkah krusial menuju "perdamaian menyeluruh" dalam perang sipil berkepanjangan. 

Presiden Juan Manuel Santos dan tim negosiator ELN mengumumkan gencatan senjata, dua hari sebelum kunjungan dari Paus Fransiskus. 

Kepala negosiator ELN Pablo Beltran mengatakan gencatan senjata ini adalah "keajaiban pertama dari kunjungan Paus." 

Gencatan senjata terjadi setelah adanya perjanjian terpisah, yang mengatur mengenai pelucutan senjata dari grup pemberontak FARC bulan lalu. 

Santos mengatakan gencatan senjata ini adalah "berita baik yang kami yakin akan membuat Paus Fransiskus senang." 

"Di bawah gencatan senjata ini, aksi penculikan, penyerangan terhadap pipa gas dan kekerasan lainnya di Kolombia oleh ELN akan dihentikan," lanjut dia, dalam sebuah pidato di televisi, seperti dikutip AFP, Senin 4 September 2017.

Baca: Perjanjian Damai Baru Kolombia-FARC Lebih Kuat

ELN yang beranggotakan sekitar 1.500 orang telah bernegosiasi dengan pemerintah sejak Februari lalu. Santos menyebut gencatan senjata akan diperpanjang tergantung dari perkembangan situasi. 

"Perjanjian gencatan senjata akan mulai efektif pada 1 Oktober mendatang. Untuk awal, gencatan senjata berlaku selama 102 hari, atau hingga 12 Januari tahun depan," sebut Santos. 

"Saat perayaan kunjungan Paus Fransiskus di Kolombia berakhir, kami akan terus mendorong penurunan ketegangan atas konflik ini demi mencapai perdamaian menyeluruh," tambah dia. 

Paus Fransiskus dijadwalkan berkunjung ke Kolombia dari 6 hingga 10 September mendatang.


(WIL)