Halau Imigran Meksiko, AS Gunakan Gas Air Mata

Arpan Rahman    •    Rabu, 02 Jan 2019 13:19 WIB
amerika serikatimigran gelapmeksiko
Halau Imigran Meksiko, AS Gunakan Gas Air Mata
Sekelompok imigran bersiap menyeberangi perbatasan dari Tijuana ke San Diego, AS, pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2018. (Foto: AFP/GUILLERMO ARIAS)

San Diego: Otoritas perbatasan Amerika Serikat menembakkan gas air mata ke arah Meksiko pada Senin 31 Desember di malam pergantian tahun untuk menghalau sekitar 150 imigran yang berupaya melintasi perbatasan secara ilegal ke San Diego.

Dinas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) mengatakan bahwa penggunaan gas air mata tidak ditujukan kepada mereka yang nekat memanjat pagar, tetapi pada orang-orang yang melemparkan batu dari arah selatan perbatasan.

"Langkah ini berhasil membuat para pelempar batu berlarian dari area tersebut," kata CBP dalam sebuah pernyataan, seperti dinukil dari media ABC News, Selasa 1 Januari 2019.

Seorang juru bicara Keamanan Dalam Negeri AS menggambarkan kelompok imigran yang berusaha menyeberang secara ilegal itu sebagai "gerombolan beringas."

Banyak anak-anak di antara kelompok imigran tersebut. Petugas mengaku melihat beberapa dari mereka menggendong "anak-anak balita sembari memanjat kawat berduri."

Patroli Perbatasan juga menggunakan senjata asap dan semprotan merica kepada para migran. Dua puluh lima imigran ditangkap, termasuk dua remaja yang berupaya menyeberang. Mereka semua tidak terluka.

Baca: Trump Minta Imigran di Perbatasan Tinggal di Meksiko

"Agen-agen kami mengamati ada beberapa orang yang melemparkan batu. Mereka tampaknya telah mempersiapkan diri (dari gas air mata) dengan mengoleskan pelembap ke wajah," ujar Rodney Scott, kepala agen patroli sektor Patroli Perbatasan AS di San Diego.

"Beberapa penangkapan dilakukan, semuanya individu dari Amerika tengah. Tidak ada cedera yang diderita, baik oleh agen maupun individu yang ditangkap," lanjutnya.

Meskipun CBP melarang agen untuk tidak menggunakan gas air mata pada wanita hamil dan anak-anak, beberapa dari kategori rentan itu berada di antara kelompok imigran di perbatasan San Diego.

Patroli Perbatasan telah menangkap 42 imigran pada November lalu, tetapi tidak melayangkan dakwaan pidana.

Para imigran yang ditangkap dalam insiden terbaru juga berpotensi dideportasi, tetapi juga akan diberi kesempatan untuk mengajukan suaka.



(WIL)