Trump Kesal Politikus Demokrat Bertekad Makzulkan Presiden

Willy Haryono    •    Sabtu, 05 Jan 2019 14:25 WIB
amerika serikatdonald trump
Trump Kesal Politikus Demokrat Bertekad Makzulkan Presiden
Rashida Tlaib (tengah) dalam pelantikan sebagai anggota kongres di Washington, 3 Januari 2019. (Foto: AFP/SAUL LOEB)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump geram atas ucapan seorang politikus Partai Demokrat yang bertekad ingin memakzulkan kepala negara. Ia menyebut ucapan anggota kongres tersebut "memalukan" karena melibatkan kata-kata kotor.

Saat sebuah video berisi ucapan kasar Rashida Tlaib yang ditujukan kepada presiden viral di media sosial, Trump menumpahkan kekesalannya di Twitter.

"Bagaimana caranya Anda memakzulkan seorang presiden yang telah memenangkan pemilihan umum terhebat sepanjang masa?" tulis Trump, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Sabtu 5 Januari 2019.

"Demokrat yang mempertimbangkan pemakzulkan karena mereka tidak tahu cara untuk menang di 2020," lanjut dia, merujuk pada pemilu berikutnya.

Beberapa jam usai Tlaib dilantik sebagai anggota kongres pada Kamis kemarin, ia mengatakan kepada para pendukungnya bahwa "kita akan memakzulkan orang kurang ajar itu."

Bahasa kasar dalam dunia politik AS bukan hal biasa, yang bahkan juga terkadang diucapkan seorang presiden. Tahun lalu, Trump pernah menyebutkan ucapan tak pantas mengenai negara-negara Afrika.

Saat ditanya mengenai ucapan kasar Tlaib, Trump menyebutnya sebagai sesuatu yang "memalukan" dan "sangat tidak menghormati Amerika Serikat."

"Saya rasa dia mempermalukan dirinya sendiri dan juga keluarganya dengan bahasa seperti itu," tambah Trump.

Ucapan kasar Tlaib dilontarkan karena Demokrat baru saja memenangkan mayoritas Kongres, setelah delapan tahun menjadi minoritas. Tlaib mendeskripsikan dirinya sebagai "Radikal" yang siap menggoyang status kuo Washington.

Meneruskan tekadnya untuk menggoyang Washington, Tlaib -- anggota pertama kongres keturunan Palestina-Amerika -- menuliskan di twitter bahwa dirinya "akan selalu berbicara kebenaran. Di akhir tulisan, dia menuliskan tagar #unapologeticallyMe yang mengindikasikan dirinya tidak akan meminta maaf soal ucapan kasar kepada Trump.

Tekad Tlaib untuk memakzulkan Trump mendapat dukungan di Twitter, dengan tagar #ImpeachTheMF menjadi trending di AS pada Jumat malam, dengan lebih dari 110 ribu cuitan.


(WIL)