Kolombia Bunuh Pemberontak yang Tolak Proses Perdamaian

Willy Haryono    •    Minggu, 03 Feb 2019 16:19 WIB
kolombia
Kolombia Bunuh Pemberontak yang Tolak Proses Perdamaian
Gerilyawan Farc di Pondores, Kolombia, 3 April 2017. (Foto: Joaquin Sarmiento/AFP/Getty Images)

Manizales: Militer Kolombia mengaku telah membunuh salah satu pemimpin dari faksi pemberontak Farc yang menolak tunduk pada proses perdamaian. Rodrigo Cadete, 53, tewas dalam sebuah operasi pemerintah di Caqueta beserta sembilan militan lainnya.

Menteri Pertahanan Kolombia Guillermo Botero mengatakan Cadete selama ini berusaha menyatukan sekitar 1.700 anggota Farc yang belum meletakkan senjata mereka.

Sebagian besar dari mereka kini beroperasi di wilayah hutan terpencil di Kolombia.

Sebagian besar Farc telah menghormati perjanjian damai 2016. Perjanjian itu mengakhiri konflik bersenjata Kolombia yang telah berlangsung berdekade-dekade.

"Hari ini dalam sebuah operasi, seorang kriminal bernama Rodrigo Cadete yang merupakan salah satu teroris paling ditakuti di negara kita, telah dilumpuhkan," ucap Presiden Ivan Duque dalam acara di kota Manizales, seperti dilansir dari BBC, Minggu 3 Februari 2019.

Botero mengatakan pertempuran di Caqueta masih berlanjut setelah Cadete tewas.

Farc, atau Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia, kini adalah partai politik bernama Pasukan Umum Alternatif Revolusioner dengan lima kursi di senat dan lima di Dewan Perwakilan Rakyat.

Farc dibentuk pada 1964 dengan tujuan menggulingkan pemerintahan dan menerapkan rezim Marxist.

Baca: Presiden Baru Kolombia Ingin Ubah Perjanjian Damai FARC


(WIL)