Pengamanan Gedung Putih Diperketat usai Insiden Ancaman Bom

Willy Haryono    •    Minggu, 19 Mar 2017 18:15 WIB
pemerintahan as
Pengamanan Gedung Putih Diperketat usai Insiden Ancaman Bom
Peringatan Dilarang Masuk di pagar Gedung Putih, Washington, 18 Maret 2017. (Foto: AFP/SAUL LOEB)

Metrotvnews.com, Washington: Pasukan pengaman presiden Amerika Serikat atau Secret Service memperketat pengamanan di Gedung Putih setelah ada seorang pria yang mengklaim membawa bom, Sabtu 18 Maret 2017. 

Kantor berita CNN melaporkan bahwa seorang pria mengklaim membawa bom di dalam mobil dekat Gedung Putih. Secret Service langsung bereaksi dan menangkap pria tersebut. 

Presiden Donald Trump sedang berada di Florida pada saat kejadian. 

"Pada 18 Maret 2017, sekitar pukul 11.05, seorang individu mengemudikan kendaraan ke pos Secret Service di jalan 15th Street dan E Street NW," ucap juru bicara Secret Service, seperti dikutip AFP

"Saat menghadapi individu tersebut, agen Secret Service Uniform Division menangkapnya dan mendeklarasikan kendaraan miliknya mencurigakan. Sesuai protokol, personel Secret Service meningkatkan kewaspadaan," tambah dia. 

Beberapa jam sebelumnya, seorang individu ditangkap usai melompati area parkir sepeda untuk mencapai pagar Gedung Putih. Individu itu ditangkap dan terancam menghadapi jeratan hukum. 

Pada 10 Maret, seorang pria memanjat tiga pembatas di luar Gedung Putih dan berjalan-jalan di area tersebut selama 16 menit sebelum akhirnya ditangkap. Pada saat itu, Trump sedang berada di Gedung Putih.

Gedung Putih dilanda serangkaian insiden penerobosan dalam beberapa tahun terakhir. 

Dalam insiden pada 2014, saat Barack Obama masih menjadi presiden, seorang veteran yang disebut mengalami gangguan mental berhasil masuk ke Gedung Putih. Ia berlari di halaman dan memasuki gedung dengan membawa pisau di sakunya, walau pada akhirnya berhasil dihalau dan ditangkap Secret Service.


(WIL)

Pelaku Serangan London Tak di Bawah Kendali ISIS

Pelaku Serangan London Tak di Bawah Kendali ISIS

9 hours Ago

Tidak ada bukti bahwa pelaku serangan, Khalid Masood tergabung dalam kelompok radikal mana pun…

BERITA LAINNYA