Terowongan Roboh di Situs Nuklir AS, Tak Ada Kebocoran Radioaktif

Fajar Nugraha    •    Rabu, 10 May 2017 11:10 WIB
amerika serikatnuklir
Terowongan Roboh di Situs Nuklir AS, Tak Ada Kebocoran Radioaktif
Pembangkit Hanford yang berlokasi sekitar 275 kilometer sebelah tenggara Seattle (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Seattle: Sebuah terowongan di situs nuklir Amerika Serikat (AS) dilaporkan roboh. Namun tidak ada kebocoran radioaktif dalam kejadian ini.
 
Ribuan pekerja di pembangkit Hanford yang berlokasi sekitar 275 kilometer sebelah tenggara Seattle, mengetahui bahwa sebuah terowongan yang dipenuhi material terkontaminasi roboh sebagian. Petugas pun dikirim ke lokasi untuk memeriksa kemungkinan adanya kebocoran radiasi.
 
Para pekerja pun akhirnya diberikan peringatan awal dan mengamankan ventilasi. Mereka juga dilarang untuk mengonsumsi makanan atau minuman pada Selasa 9 Mei.
 
Juru bicara Departemen Energi mengatakan pekerja di situs itu mencapai hampir 5.000 orang. Sementara lokasi situs luasnya mencapai 1.518 kilometer persegi.
 
"Beberapa pekerja berada di lokasi dekat terowongan itu dan diminta untuk berlindung," ujar pihak Departemen Energi, seperti dikutip AFP, Rabu 10 Mei 2017.
 
Pada sore hari, beberapa pekerja diperbolehkan untuk pulang dan di saat bersamaan petugas pembersih mempersiapkan tanah untuk menutup lubang yang diakibatkan oleh robohnya terowongan.
 
"Seluruh pekerja sudah didata, ada yang menderita luka dan tidak ada indikasi kebocoran radiaktif," tutur Juru Bicara pusat darurat Hanford.
 
Peringatan
 
Situs nuklir Hanford,-yang luasnya dua kali Singapura- sempat digunakan untuk memproduksi plutonium dalam bom yang dilepaskan dalam Perang Dunia II.
 
Reaktor terakhir ditutup pada 1987 dan sejak saat itu sekitar 8.000 pekerja melakukan tugas membersihkan jutaan galon limbah nuklir yang disimpan dalam tanki kuno. Biaya pembersihan ini diperkirakan menghabiskan biaya lebih dari USD100 miliar, saat rampung pada 2060.
 
Direktur Eksekutif Hanford Challenge, Tom Carpenter menyebutkan insiden ini menjadi sebuah peringatan.
 
"Ini adalah fasilitas tua dan sangat berbahaya," jelas Carpenter.
 
Peringatan ini sendiri dikeluarkan saat pekerja di fasilitas pembersihan plutonium Plutonium Uranium Extraction Facility (PUREX), mengetahui adanya tanah yang amblas. Langsung setelah penemuan, peringatan tanda bahaya dikeluarkan.
 
Pekerja sempat diminta untuk berlindung. Namun Setelah dipastikan tidak ada kontaminasi, pekerja diperbolehkan pulang.



(FJR)