Warga Venezuela Ikuti Referendum Tidak Resmi untuk Menentang Maduro

Arpan Rahman    •    Minggu, 16 Jul 2017 16:07 WIB
konflik venezuela
Warga Venezuela Ikuti Referendum Tidak Resmi untuk Menentang Maduro
Ratusan simpatisan oposisi berkumpul untuk mengenang korban tewas dalam demonstrasi di Venezuela, 13 Juli 2017. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Caracas: Sejumlah warga Venezuela mengikuti referendum tidak resmi yang digelar oposisi pemerintah, Minggu 16 Juli 2017. 

Referendum yang disebut pemerintah sebagai aksi ketidakpatuhan publik ini digelar untuk mengukur dukungan publik terhadap Presiden Nicolas Maduro menjelang rencana menulis ulang konstitusi negara. 

Pendukung Maduro memboikot referendum tidak resmi ini. Oposisi juga menyerukan hal serupa, dan meminta para penentang Maduro untuk menolak revisi konstitusi negara. 

Berbicara di radio dan televisi nasional satu hari sebelum referendum, Maduro menyebut langkah oposisi tidak memiliki legitimasi elektoral.

"Saya menyerukan semua warga untuk berpartisipasi dalam acara politik pada esok hari, dengan tetap menghormati ide-ide pihak lain, tanpa perlu terjadi insiden. Saya meminta agar situasi tetap damai," ucap dia, seperti dikutip AFP.

Langkah terbaru dari oposisi meningkatkan kekhawatiran komunitas global -- disuarakan Gereja Katolik dan Sekjen PBB Antonio Guterres -- bahwa kemungkinan mendamaikan kedua kubu di Venezuela semakin tipis. 

Digelarnya referendum semakin meningkatkan kemungkinan terjadinya lebih banyak unjuk rasa berujung bentrok di jalanan Venezuela. 

Demonstrasi di Venezuela sejak 3,5 bulan terakhir telah menewaskan hampir 100 orang. 

Meski popularitas Maduro merosot tajam menurut lembaga survei Datanalisis -- 80 persen warga Venezuela mengkritik pemerintahannya -- sang presiden masih mendapat dukungan dari sekelompok warga, terutama kalangan menengah ke bawah. Maduro juga masih mendapat dukungan kuat dari militer.

Namun bagi sebagian besar warga Venezuela, mereka tidak terlalu memusingkan masalah politik. Mereka lebih fokus mengkhawatirkan krisis ekonomi saat ini, yang berujung pada minimnya makanan dan obat-obatan. 


(WIL)