Debat Cawapres AS 2016

Momen-Momen Terbaik Debat Cawapres AS 2016

Arpan Rahman    •    Rabu, 05 Oct 2016 16:59 WIB
pemilu as
Momen-Momen Terbaik Debat Cawapres AS 2016
Tim Kaine (kiri) dan Mike Pence dalam debat cawapres AS di Longwood University, Virginia, 4 Oktober 2016. (Foto: AFP/PAUL J. RICHARDS)

Metrotvnews.com, Farmville: Semula, debat calon wakil presiden Amerika Serikat (AS) diprediksi membosankan. Namun pada kenyataannya, debat antara Tim Kaine dengan Mike Pence di Longwood University, Virginia, berlangsung dinamis. 

Kaine, pendamping Hillary Clinton dan Partai Demokrat, dan Pence yang mendampingi Donald Trump dari Partai Republik, saling beradu argumen dalam beragam isu. 

Berikut, momen terbaik dalam debat Kaine-Pence seperti dilansir Politico, Selasa (4/10/2016).

1. Kaine Menyerang Tanpa Ampun

Kaine mengawali debat dengan mengangkat sosok Clinton sebagai politikus hebat, dan membandingkannya langsung dengan Trump yang minim pengalaman. "Kami yakin Hillary Clinton bisa menjadi presiden dan panglima tertinggi, tapi adanya kemungkinan Donald Trump suatu saat bisa menjadi pemimpin AS membuat kami takut setengah mati," ujar dia. 

Terus menyerang, Kaine menyinggung ucapan Trump yang melabeli imigran ilegal asal Meksiko sebagai "pemerkosa" dan "penjahat." Kaine juga mengecam komentar Trump yang menyebut Presiden Barack Obama tidak lahir di AS. 

"Anda dan Clinton sepertinya lihai dalam menjalankan kampanye yang dimotori penghinaan," ujar Pence. Kaine tidak menjawab dan meneruskan serangan.

2. Kaine Sering Menginterupsi



Saat Pence memaparkan kebijakan luar negeri Clinton di masa lalu dan menyebutkan masalah agresi Rusia, Kaine menyela: "Anda mencintai Rusia." Kain merujuk pada pernyataan Trump yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin lebih hebat dari Obama. 

"Kampanye Hillary Clinton dan Tim Kaine saya ibaratkan seperti longsoran berisi material penghinaan," ungkap Pence.

Saat Pence membicarakan tentang "insting bisnis" Trump, Kaine kembali memotong: "Dan hanya sedikit membayar pajak dan merugi hingga USD1 miliar setahun." Kaine merujuk pada artikel surat kabar The New York Times yang merilis laporan pajak Trump pada 1995. Di tahun itu, Trump merugi hingga USD916 juta atau setara Rp11 triliun. 

Sesuai aturan perpajakan AS, seorang pengusaha dapat mengimbangi (offset) antara nilai profit dengan kerugiannya. Alhasil, Trump pun dapat menghindari pajak secara legal selama 18 tahun. 

Pence kemudian beralih membahas yayasan Clinton Foundation. "Anda adalah anak didik Trump," ujar Kaine menyela pembicaraan, dengan merujuk pada program televisi Apprentice milik Trump. Pence menjawab, "Senator, saya rasa ini masih bagian saya untuk berbicara."

Sepanjang debat, Kaine terus mengekpsloitasi laporan pajak Trump, bahkan hingga 50 kali. 

3. Gelombang Bantahan

Diserang tanpa ampun oleh Kaine, Pence memilih bertahan. Kaine terus mengutip ulang pernyataan Trump, dan Pence bertahan dengan membantahnya. Pence membantah Trump pernah memuji Putin, mendukung hukuman terhadap wanita yang melakukan aborsi, menyarankan agar lebih banyak negara memiliki senjata nuklir, mengusir semua imigran dari AS dan lainnya. 

Pence hanya membantah dan tidak mempertahankan atau membela ucapan yang sudah dilontarkan Trump. 



4. Bukan Politikus Terasah

Terus ditekan Kaine mengenai sikap Trump yang kerap berubah-ubah, Pence akhirnya mengakui sang capres memang seperti itu lewat sebuah ungkapan semantik. "Dia bukan politikus terasah seperti Anda dan Hillary Clinton," ucap dia. 

Pence mengedepankan sosok Trump sebagai pebisnis hebat yang telah membuka jutaan lapangan pekerjaan di AS. Ia mengatakan jika Trump menjadi presiden, maka jutaan lapangan pekerjaan baru akan bermunculan. 

5. Elaine Quijano



Moderator debat, Elaine Quijano, sempat terlihat kesal atas adu mulut kedua cawapres. Saat Kaine dan Pence memperdebatkan masalah skandal surat elektronik Clinton, jurnalis senior kantor berita CBS itu menghentikan mereka dengan ucapan, "bapak-bapak, Senator Kaine, Gubernur Pence, tolong ya!" 

Dalam hasil survei CNN/ORC yang muncul tak lama setelah debat, Pence menang tipis dari Kaine. Sebanyak 48 persen responden menyatakan Pence memenangi debat. Hanya 42 persen yang merasa Kaine unggul. Debat cawapres AS ini merupakan yang pertama dan terakhir. 


(WIL)

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

5 hours Ago

Proses pemakaman untuk tokoh revolusi Kuba, Fidel Castro mulai dipersiapkan di kota terbesar kedua…

BERITA LAINNYA