Partai Republik Khawatir Atas Komentar Cabul Trump

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 08 Oct 2016 12:59 WIB
pemilu as
Partai Republik Khawatir Atas Komentar Cabul Trump
Ketua DPR AS Paul Ryan (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, New York: Komentar cabul terhadap perempuan Capres Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump mengundang kecaman. Partai Republik pun khawatir atas komentar trump.
 
Ketua DPR AS Paul Ryan yang merupakan politikus Partai Republik mengaku muak dengan ucapan Trump tersebut. Ryan bahkan membatalkan rencana kampanye bersama Trump di Wisconsin, Sabtu 8 Oktober.
 
"Saya merasa muak dengan apa yang didengar hari ini. Perempuan seharusnya diperjuangkan dan dihormati, bukan menjadi objek kepuasaan," tegas Ryan, seperti dikutip ITV, Sabtu (8/10/2016).
 
"Semoga Trump mengatasi isu ini dengan serius dan bekerja keras serta berupaya menunjukkan kepada negara, bahwa dirinya memiliki rasa hormat tinggi terhadap perempuan," imbuh Ryan.
 
Sementara juru bicara tim kampanye Hillary Clinton mengecam keras ucapan Trump tersebut. "Ini sangat memalukan. Orang ini tidak bisa dibiarkan menjadi presiden," ucapnya.
 
Sedangkan cawapres AS dari Partai Demokrat, Tim Kaine menyebut ulah Trump itu sangat keterlaluan. Meskipun demikian, Kaine tidak heran kalau ucapan itu keluar dari mulut Trump.
 
Komentar cabul yang dilontarkan Trump,-yang saat itu baru menikah dengan Melania- bepergian dengan bus bersama bintang televisi Billy Bush. Mereka akan menjadi bintang tamu dalam sebuah acara drama televisi.
 
Saat itu Trump membicarakan upaya gagal menggoda seorang perempuan. Pengusaha itu juga mengaku mencoba untuk mengajak seorang perempuan untuk berhubungan seks dengannya. Meskipun perempuan itu sudah menikah.

Politikus Partai Republik tuntut Trump mundur Para petinggi Partai Republik sadar dengan akibat yang dihasilkan oleh ucapan Trump. Mereka pun banyak yang khawatir dengan nasib politik dari partai konservatif tersebut.

Senator New Hampshire Kelly Ayotte menilai komentar Trump jelas tidak pantas. Ayotte juga menyebut Trump telah menyerang perempuan.

Ketika Trump memposting video permintaan maafnya, tiga anggota Kongres AS dari Partai Republik menuntut agar Trump mundur dari perlombaan menuju kursi Presiden AS. Di antara yang melontarkan tuntutan itu adalah Senator Utah, Jason Chaffetz.

"Ucapannya sangat mengerikan dan menyerang perempuan dalam tingkat yang tidak bisa Anda bayangkan," tegas Chaffetz.

Muncul kabar menyebutkan bahwa istri dari cawapres AS dari Partai Republik Mike Pence, yang tidak terima dengan ucapan Trump. Hal itu disampaikan oleh pihak yang dekat dengan Pence.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA