Polisi Brasil Tembaki Turis Spanyol Hingga Tewas

Sonya Michaella    •    Selasa, 24 Oct 2017 13:27 WIB
penembakanbrasil
Polisi Brasil Tembaki Turis Spanyol Hingga Tewas
Polisi kerap berjaga di wilayah Rocinha Favela, Brasil. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Rio de Janeiro: Seorang turis asal Spanyol ditembak mati oleh polisi Brasil karena disebut-sebut tak mau menghentikan laju mobilnya, di Rocinha Favela, sebuah desa kumuh dekat pantai di Brasil.

Menurut laporan, turis Spanyol yang tewas itu bernama Maria Esperanza Ruiz Jimenez, berusia 67 tahun. Korban juga bersama dengan dua warga Spanyol lainnya, seorang warga Italia dan seorang pemandu wisata di dalam sebuah mobil.

Sebuah rekaman yang beredar menunjukkan polisi itu sedang berteduh karena hujan deras saat memerintahkan mobil turis untuk berhenti. Ketika mobil tetap melaju, lantas polisi memberondong dengan tembakan.

"Mungkin para turis tidak mendengar teriakan polisi. Tidak tahu motifnya apa sehingga mobilnya diberhentikan," ucap seorang saksi, dikutip dari Guardian, Selasa 24 Oktober 2017.

Wilayah Rocinha sendiri merupakan sebuah wilayah di Favela yang gagal dikendalikan pihak berwenang dan dikuasai geng-geng narkoba. Berdasarkan laporan, mobil tersebut ditembaki karena diduga melaju menerobos blokade polisi.

Setelah diselidiki, polisi diketahui menembaki mobil itu secara tidak sengaja dan tak mengetahui jika mobil mengangkut para wisatawan. Pasalnya penembakan ini terjadi berselang satu jam setelah polisi terlibat bentrokan dan baku tembak dengan geng narkoba di dua titik di Rocinha.

Wilayah Favela dengan penduduk 6,5 juta jiwa dikenal sebagai wilayah yang kerap terjadi aksi kekerasan. Sebagian wilayah yang dihuni seperempat populasi warga Rio de Janeiro dikuasai atau dikendalikan oleh geng-geng narkoba dan memaksa polisi untuk waspada serta menjaga ketat wilayah tersebut.

Pemerintah Brasil telah menerjunkan ratusan tentara bersenjata untuk membantu polisi menumpas geng narkoba sejak September. Imbauan untuk wisatawan agar menjauh dari lingkungan Favela pun sudah digaungkan. 



(WIL)