Cari Suaka di AS, Empat WNI Terancam Dideportasi

Sonya Michaella    •    Rabu, 10 May 2017 09:04 WIB
wni
Cari Suaka di AS, Empat WNI Terancam Dideportasi
Empat WNI ditahan dan terancam dideportasi dari AS. (Foto: AP)

Metrotvnews.com, New Jersey: Otoritas Amerika Serikat (AS) menahan empat orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang mencari suaka di New Jersey. Saat ini, mereka mendapat ancaman deportasi.

Menurut laporan, empat WNI ini adalah Kristiani yang lolos dari penganiayaan di Indonesia pada 1990-an silam. Mereka termasuk dalam delapan kelompok WNI yang diberi masa tinggal sementara oleh AS pada 2013.

Pemberian masa tinggal sementara tersebut memungkinkan mereka bisa tinggal di AS secara legal selama kurang lebih satu tahun.

Dilansir Associated Press, Rabu 10 Mei 2017, mereka ditempatkan atas perintah pengawasan dan diizinkan tinggal di komunitas mereka, namun diminta melapor ke petugas imigrasi. 

"Warga negara lain yang memasuki AS secara ilegal atau melampaui batas izin tinggal sementara serta melanggar persyaratan visa dianggap bisa menimbulkan ancaman bagi negara dan keamanan publik," sebut pernyataan dari Penasihat Imigrasi dan Bea Cukai AS.

Ratusan umat Kristiani melarikan diri dari Indonesia antara tahun 1996 sampai 2003 ketika lebih dari 1.000 gereja dihancurkan oleh ekstremis anti-Kristen.

Oleh sebab itu, Pemerintah AS mengizinkan banyak warga negara lain memasuki AS dengan visa turis. Banyak WNI yang bekerja, memulai kehidupan baru di AS dan akhirnya mendaftar agar bisa mendapatkan Green Card.

Namun, setelah serangan terorisme pada 11 September 2001 yang menimpa World Trade Center, AS mewajibkan semua anak laki-laki dan laki-laki berusia dari 16 sampai 65 tahun untuk mendaftar jika ingin masuk ke AS dengan menggunakan visa sementara.

Hal ini juga berlaku untuk WNI di mana Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar. Pendaftaran ini juga tidak mengklasifikasikan khusus Muslim, tapi juga untuk semua agama yang dianut WNI.

Program sistem pendaftaran keluar masuk AS ini dibatalkan tahun lalu saat Barack Obama masih memimpin AS. Obama pun sempat mengajukan di mana AS bisa menerima umat Kristen Indonesia untuk mencari suaka di AS, namun gagal untuk mendapatkan persetujuan kongres.


(FJR)