Cerita Hillary Clinton tentang Buku Bacaan Favorit

Gervin Nathaniel Purba    •    Senin, 31 Jul 2017 07:00 WIB
bukuuntukindonesia
Cerita Hillary Clinton tentang Buku Bacaan Favorit
Hillary Clinton (Foto:Washingtonpost)

Metrotvnews.com, Jakarta: Satu lagi tokoh dunia yang memetik manfaat dari kegemaran membaca buku. Dia adalah Hillary Clinton. Mantan calon Presiden Amerika Serikat (AS) ini menceritakan tentang kebiasaan membaca buku yang sudah ditanamkannya sejak kecil.

Kepada The New York Times, Clinton menceritakan novel favoritnya, The Brother Karamazov. Baginya, novel tersebut memberikan kesan tersendiri. "The Brother Karamazov membuat kesan abadi pada saya saat saya membacanya sebagai seorang perempuan," ujar Clinton.

Selain novel, Clinton mengaku juga suka membaca buku memasak, tentang dekorasi, diet, dan buku tentang berkebun. Buku-buku tersebut merupakan favoritnya sebagai pengisi waktu yang bermanfaat.

Lain ceritanya saat ia sedang berpergian ketika dinas keluar kota maupun negeri. Mantan Menteri Luar Negeri AS itu mengaku dirinya harus membaca buku briefing tebal yang berisi informasi tentang politik, ekonomi, dan budaya setiap tujuan sehingga sebagian besar waktunya sepanjang perjalanan adalah membaca.

"Tapi ketika saya bisa, saya akan membaca sebuah novel atau perjalanan tentang tempat-tempat yang saya kunjungi, seperti 'The House at Sugar Beach,' oleh Helene Cooper, tentang masa kecilnya di Liberia, dan 'Finding George Orwell in Burma,' oleh Emma Larkin," ungkapnya.

Sedangkan saat masa kecilnya, istri Bill Clinton ini mengaku suka membaca Winnie the Pooh, Nancy Drew, dan Little Woman. Ia juga suka membacakan beberapa buku kepada anaknya, Chelsea seperti Goodnight Moon, The Runaway Bunny, dan Curious George sampai Chelsea membuat pilihan bacaannya sendiri.

Ketika ditanya mengenai salah satu buku yang paling berpengaruh dalam hidupnya, ia mengatakan bahwa Alkitab tetap menjadi pengaruh besar dalam pemikirannya. Ia menceritakan bahwa dirinya dibesarkan untuk membaca Alkitab, menghapal ayat-ayat, dan dipandu olehnya.

"Saya masih menganggapnya sebagai sumber hikmat, penghiburan, dan dorongan," tuturnya.

Ketika butuh hiburan, Clinton mengaku salah satu buku bacaanya kerap membuatnya tertawa. "Seri Janet Evanovich tentang petualangan Stephanie Plum di Trenton selalu membuat saya tertawa," imbuhnya.

Buku sangat berarti bagi Hillary Clinton, begitu juga dengan pada semua orang pada umumnya. Buku tidak hanya sekadar menambah wawasan saja, namun juga sebagai alat penghibur. Nyatanya ada buku yang bisa membuat Clinton tertawa lepas.

Sayangnya, tidak semua orang di dunia beruntung merasakan manfaat membaca buku seperti Hillary Clinton. Khususnya, anak-anak Indonesia yang tinggal di daerah pelosok. Mereka masih kekurangan buku, sehingga tidak mendapatkan kesempatan untuk mengasah imajinasinya dan menambah wawasan.

Hal ini disebabkan karena masih belum meratanya distribusi buku ke seluruh wilayah Indonesia. Biaya ongkos yang mahal karena akses sulit membuat harga buku menjadi lebih mahal di daerah-daerah tertentu.

Tentunya kita harus berbuat sesuatu untuk membantu anak-anak tersebut bisa memperoleh buku. Melalui gerakan #BukuUntukIndonesia, Anda dapat terlibat dalam penyediaan akses buku untuk anak-anak Indonesia.

Awali langkah kebaikan Anda dengan mengunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com.  Klik tombol "berbagi" di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke halaman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.

Dengan berbagi minimal Rp100 ribu saja Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Nantinya, dana yang terkumpul melalui gerakan #BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.


(ROS)