Jaksa Apresiasi Media Ungkap Kasus Pelecehan oleh Dokter AS

Arpan Rahman    •    Jumat, 02 Feb 2018 09:22 WIB
amerika serikatpelecehan seksual
Jaksa Apresiasi Media Ungkap Kasus Pelecehan oleh Dokter AS
Mantan dokter tim senam AS Larry Nassar dipenjara 175 karena pelecehan (Foto: AFP).

Michigan: Jika wartawan Indy Star tidak membantu mengekspos pelecehan seksual terhadap para pesenam muda oleh Larry Nassar, hal itu bisa terjadi lebih lama lagi, kata jaksa penuntut.
 
 
"Kami, sebagai masyarakat, membutuhkan jurnalis investigasi lebih dari sebelumnya," Asisten Jaksa Agung Michigan Angela Povilaitis mengatakan atas hukuman Nassar.
 
"Apa yang akhirnya memulai semua ini dan mengakhiri siklus pelecehan selama beberapa dekade adalah laporan investigasi. Tanpa cerita Indianapolis Star pertama pada Agustus 2016; tanpa cerita di mana Rachael (Denhollander) maju secara terbuka segera setelah itu, tedakwa dia masih akan mempraktikkan pengobatan, merawat atlet, dan melecehkan anak-anak," cetusnya seperti dilansir Indy Star, Rabu 24 Januari 2018.
 
Salah satu alasan pelecehan Nassar berlanjut selama bertahun-tahun, kata jaksa penuntut, adalah bahwa klaim anak-anak itu bahwa penganiayaan mereka telah lama diabaikan oleh orang dewasa yang bisa membantu mereka.
 
Nassar, dijatuhi hukuman antara 40 tahun sampai 175 tahun penjara. Ia merawat pesenam muda dan atlet lainnya selama hampir 20 tahun sebagai dokter tim untuk Senam Amerika Serikat (AS) dan sebagai dokter olahraga di Michigan State University, sebelum dipecat.
 
Tapi tidak ada yang meragukan penjelasan dokter terkenal di dunia dan mengulangi penyangkalan perundungan seksual, Povilaitis mengatakan, sampai IndyStar pertama kali menerbitkan klaim pelecehannya dari Denhoillander, seorang mantan pesenam.
 
Serial investigasi 'Out of Balance' dari Star tentang pelecehan oleh Nassar dan kegagalan Senat AS untuk melindungi pesenam muda dari predator anak pertama kali diterbitkan pada Agustus 2016. Jurnalis IndyStar Marisa Kwiatkowski, Tim Evans, dan Mark Alesia mengajukan permintaan catatan publik, meninjau ribuan halaman dokumen, dan melakukan wawancara dengan orang-orang di seluruh AS demi mengungkapkan pola pelecehan seksual yang panjang oleh pelatih dan asisten tim Senam AS. Fotografer Robert Scheer dan editor Steve Berta membantu penyelidikan.
 
"Pelecehan yang dipraktekkan dan disempurnakan oleh Larry itu berlangsung lebih dari 25 tahun dan termasuk korban yang tak terhitung jumlahnya," kata Povilaitis. 
 
"Tapi kami tahu aksesnya pada anak-anak dan remaja putri dan pelecehannya tidak berakhir sampai sebuah laporan berita investigasi dan seorang wanita pemberani muncul ke publik untuk menghentikannya."
 
"Setiap waktu sebelumnya ada tuduhan, tidak ada yang terjadi. Kebohongannya sukses," kata Povilaitis.
 
"Tapi syukurlah kita memiliki jurnalis, yang mengungkapkan kebenarannya dan mereka terus meliput cerita ini," pungkasnya.
 
Pesenam kenamaan AS Simona Biles secara terbuka membongkar aksi pelecehan yang dialaminya. Dia mengecam keras Komite Olimpiade yang dianggapnya gagal memberikan perlindungan.
 
Pada pekan ini, di bawah tekanan publik, seluruh anggota Dewan Senam AS mengundurkan diri.



(FJR)