AS Kembali Tetapkan Sanksi Ekonomi untuk Iran

Sonya Michaella    •    Selasa, 07 Aug 2018 09:45 WIB
as-iran
AS Kembali Tetapkan Sanksi Ekonomi untuk Iran
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, sanksi untuk Iran akan diberlakukan secara penuh mulai Selasa 7 Agustus 2018, pukul 00.01 waktu setempat.

"Saya percaya, sanksi ekonomi ini akan memaksa Iran untuk menyetujui kesepakatan baru dan mengakhiri tindakan memfitnah," kata Trump, dikutip dari BBC, Selasa 7 Agustus 2018.

Sanksi ekonomi ini juga meliputi sektor otomotif Iran, perdagangan emas dan logam mulia, serta energi.

Dalam keterangan tertulis dari Gedung Putih yang diterima Medcom.id, AS berkomitmen penuh untuk menegakkan semua sanksi dan akan bekerja sama dengan negara-negara yang melakukan bisnis dengan Iran untuk patuh.

"Individu atau entitas yang gagal untuk menghentikan kegiatan dengan Iran berisiko menimbulkan konsekuensi yang berat," sebut pernyataan Gedung Putih.

Namun, bersamaan dengan penerapan sanksi, Trump menegaskan bahwa AS terus berdiri bersama rakyat Iran yang disebutnya menderita karena pemerintahan otoriter.

"Kami menantikan hari ketika rakyat Iran dan semua orang di seluruh wilayah dapat makmur bersama dalam keamanan dan perdamaian," ungkap Trump.

Penerapan sanksi ini terkait dengan JCPOA atau kesepakatan terkait nuklir Iran yang dibentuk di Wina pada 14 Juli 2015 antara Iran dan lima negara anggota tetap DK PBB dan satu negara yaitu Amerka Serikat, Tiongkok, Rusia, Inggris, Prancis dan Jerman. 

Namun, pada Mei 2018 kemarin, Amerika memutuskan keluar dari kesepakatan nuklir Iran dengan alasan kesepakatan tersebut adalah bencana bagi AS yang dianggap tak melakukan apapun untuk menahan nuklir Iran.

Presiden AS Donald Trump juga menyebut bahwa kesepakatan nuklir Iran, cacat. Perjanjian yang akan berakhir pada 2030 ini memungkinan Iran akan terus mengembangkan program nuklir dan akan memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.


(WIL)