Trump Akan Hapus Hak Kewarganegaraan Bayi Lahir di AS

Fajar Nugraha    •    Kamis, 01 Nov 2018 10:54 WIB
donald trumppemerintahan as
Trump Akan Hapus Hak Kewarganegaraan Bayi Lahir di AS
Presiden AS Donald Trump ingin hapus hak kewarganegaraan bagi bayi yang lahir di Amerika. (Foto: AFP).

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump Rabu 31 Oktober mengatakan, perundang-undangan AS tidak menjamin hak kewarganegaraan bagi semua orang yang lahir di Amerika. Trump dia akan terus berusaha mencabut hak tersebut.
 
"Apa yang disebut Birthright Citizenship atau Hak Kewarganegaraan bagi mereka yang dilahirkan di Amerika, merugikan negara kami miliaran dolar dan sangat tidak adil bagi warganegara kami, dan dalam satu atau lain bentuk itu harus berakhir," ujar Trump, dalam akun Twitternya, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis 1 November 2018.
 
Ia juga menambahkan, "Hak itu tidak tercakup di Amandemen 14 karena di situ disebut 'tunduk pada yurisdiksi setempat.' Banyak penegak hukum setuju," imbuh Trump.
 
Ucapan Trump ini mendapatkan bantahan dari Ketua DPR AS, Paul Ryan. Menurutnya, Presiden Donald Trump tidak bisa mengakhiri sendiri hak kewarganegaraan berdasarkan kelahiran.
 
Pejabat tertinggi Partai Republik itu mengatakan kepada radio WVLK di Kentucky, "jelas kita tidak bisa melakukan hal itu. Kita tidak bisa mengakhiri hak kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dengan perintah eksekutif."
 
Komentar Ryan itu menunjukkan perbedaan pendapat yang jarang terjadi terhadap presiden yang berasal dari partainya sendiri.
 
Trump dalam acara "Axios on HBO" mengatakan ingin mengakhiri hak kewarganegaraan berdasarkan kelahiran untuk bayi yang lahir dari non-warga negara dan imigran yang berada di Amerika secara tidak sah.
 
Para pakar konstitusi mempertanyakan apakah perubahan itu bisa dilakukan tanpa Kongres.
 
Ryan mengatakan Partai Republik tidak suka ketika Presiden Barack Obama berupaya mengubah undang-undang imigrasi melalui tindakan eksekutif. Ia mengatakan jelas sebagai konservatif kami percaya pada Konstitusi.
 
Ryan akan pensiun, tetapi pejabat tertinggi ke 3 Partai Republik di DPR dari Louisiana, Steve Scalise, mengatakan pada jaringan televisi Fox bahwa ia senang Trump mempertimbangkan pilihan.


(FJR)