Trump Bantah Tolak Jabat Tangan Merkel

Willy Haryono    •    Minggu, 19 Mar 2017 20:29 WIB
pemerintahan as
Trump Bantah Tolak Jabat Tangan Merkel
Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) dan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Washington, 17 Maret 2017. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Juru bicara Presiden Donald Trump membantah bahwa kepala negara Amerika Serikat (AS) itu menolak berjabat tangan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Gedung Putih sepekan lalu. 

"Saya rasa dia tidak mendengar pertanyaan saat Merkel mengisyaratkan berjabat tangan di depan kamera pers," ucap jubir Gedung Putih Sean Spicer kepada media Jerman, Der Spiegel yang dirilis Minggu 19 Maret 2017. 

Kutipan Spicer diterjemahkan ke Bahasa Inggris dari situs Der Spiegel

Merkel bertemu Trump di Gedung Putih untuk membalikkan hubungan dingin Jerman dengan AS. Hubungan mendingin setelah Trump menyebut kebijakan Merkel yang menerima gelombang pengungsi sebagai "sebuah musibah besar" yang berpotensi "merusak Jerman."

Kunjungan pada Jumat pekan lalu diawali dengan jabat tangan di pintu masuk Gedung Putih. Namun setelah itu, saat kedua kepala negara duduk berdampingan di Gedung Putih, isyarat Merkel untuk berjabat tangan tidak terdengar atau diabaikan Trump -- sebuah momen canggung yang biasanya berlangsung sesuai skenario.

Media Jerman menyebut insiden itu sebagai penanda masih buruknya hubungan kedua negara, antara Merkel yang berhati-hati dan Trump yang impulsif. 

Dalam konferensi pers gabungan di East Room, Trump dan Merkel tampil canggung saat membahas beragam masalah mulai dari NATO, dana pertahanan dan perdagangan bebas. 

Selama 30 menit, Merkel memasang muka datar saat Trump melontarkan retorika mengenai sejumlah anggota NATO yang tidak membayar kontribusi "secara adil" untuk biaya pertahanan 

Surat kabar Jerman, Bild, menyebut saat pertemuan tersebut, Trump tidak pernah menatap mata Merkel.


(WIL)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

20 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA