AS Cari Cara Biayai Hotel Kim Jong-un di Singapura

Sonya Michaella    •    Sabtu, 02 Jun 2018 19:00 WIB
Amerika Serikat-Korea Utara
AS Cari Cara Biayai Hotel Kim Jong-un di Singapura
Awak media berkumpul di dekat Hotel Fullerton Singapura. (Foto: AFP)

Washington: 10 hari lagi menjelang pertemuan bersejarah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Delegasi dari kedua negara pun beberapa kali bertemu untuk membahas berbagai keperluan. 

Salah satunya, pembayaran akomodasi Kim dan delegasi lainnya. Menurut kabar, Kim bakal menginap di Hotel Fullerton, hotel bergaya neoklasik yang berlokasi di tepi Sungai Singapura.

Kamar presidential suite Fullerton dilaporkan memiliki harga USD6 ribu atau setara dengan Rp83,4 juta per malamnya. Sementara Trump disinyalir akan menginap di Hotel Shangri-La. 

Dilansir dari Washington Post, Sabtu 2 Juni 2018, Korut bakal terbentur dengan pembiayaan tersebut karena sanksi ekonomi dari Kementerian Keuangan AS.

Seorang mantan pejabat Kemenkeu AS berujar, transaksi itu membutuhkan izin, guna mengabaikan sanksi kepada PBB. Dari PBB, izin akan diteruskan ke Departemen Pengaturan Aset Luar Negeri yang akan menerbitkan peraturan penangguhan sanksi.

Namun, izin ini disinyalir dapat berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti kritik dari publik maupun lawan politik Trump. 

Kabarnya, AS kini sedang mencari cara untuk membayar akomodasi Kim ini, salah satunya adalah meminta tuan rumah, Singapura, untuk membayar penginapan Kim. 

Selain penginapan, isu lain yang dibahas adalah cara Kim dan delegasi Korut lainnya sampai ke Singapura. Kemungkinan besar, Kim akan menggunakan maskapai penerbangan milik Tiongkok. 


(WIL)