Ribuan Warga Nikaragua Desak Mundur Presiden dan Wapres

Willy Haryono    •    Minggu, 27 May 2018 15:07 WIB
nikaragua
Ribuan Warga Nikaragua Desak Mundur Presiden dan Wapres
Demonstran duduk di depan polisi antihuru-hara di Nikaragua. (Foto: AFP/Bianca Morel)

Managua: Ribuan orang berunjuk rasa di Managua dan kota-kota besar lainnya di Nikaragua dalam upaya mendesak mundur Presiden Daniel Ortega dan istrinya, Wakil Presiden Rosario Murillo.

Demonstran memblokade beberapa ruas jalan utama, mengibarkan spanduk dan meneriakkan slogan. Unjuk rasa selama beberapa pekan ini memicu bentrokan dengan aparat keamanan, yang menewaskan sedikitnya 76 orang. 

Seperti dikutip dari BBC, demonstrasi terbaru pada Sabtu 26 Mei 2018, terjadi usai dialog damai yang dimediasi Gereja Katolik Nikaragua pada Rabu kemarin berakhir gagal.

"Mereka ingin menyingkirkan kami dari jalanan dengan cara menembakkan peluru," kata seorang pemimpin unjuk rasa, Francisca Ramirez, di kota Leon.

Unjuk rasa di Nikaragua meletus bulan lalu usai Presiden Ortega menyetujui pemotongan dana pensiun dan keamanan sosial. Ortega kemudian menunda pemotongan itu, namun demonstrasi telah meluas menjadi penentangan terhadap pemerintah pusat.

Ia menuduh geng kriminal telah menginfiltrasi demonstrasi. Namun aktivis oposisi menuduh Ortega bersikap represif terhadap unjuk rasa.

Ortega adalah mantan gerilyawan yang membantu menggulingkan diktator Anastasio Somoza di era 1970-an. Namun sejumlah kritik menilai Ortega dan istrinya juga bersikap seperti diktator.

Beberapa dialog damai untuk meredam krisis di Nikaragua telah dimulai sejak bulan ini. Namun sejauh ini, dialog belum membuahkan hasil berarti.


(WIL)