Trump Tak Percaya 3.000 Orang Tewas karena Badai di Puerto Rico

Fajar Nugraha    •    Jumat, 14 Sep 2018 13:42 WIB
topan badaipuerto rico
Trump Tak Percaya 3.000 Orang Tewas karena Badai di Puerto Rico
Presiden AS Donald Trump tidak percaya akan jumlah korban tewas di Puerto Rico. (Foto: AFP).

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat kontroversi terkait bencana Badai Maria yang melanda Puerto Rico pada 2017 lalu.
 
Baca juga: Naik Drastis, Korban Badai Maria Naik dari 64 Jadi 2.975.
 
Trump tidak percaya laporan yang menyebutkan korban tewas akibat badai ini mencapai 3.000 jiwa. Menurutnya korban tewas 'hanya' mencapai puluhan jiwa, padahal berdasarkan data baru pemerintah Puerto Riko, yang tewas mencapai hampir 3.000.
 
"Ketika saya meninggalkan pulau itu (Puerto Riko), setelah badai melanda, yang tewas sekitar 6 sampai 18 orang. Setelahnya, jumlah korban tidak naik banyak," sebut Trump melalui akun Twitter @realDonaldTrump, pada Kamis 13 September 2018 atau Jumat 14 September waktu Indonesia
 
Lebih jauh lagi, Trump menuliskan ketidaksenangannya karena data korban jiwa disebut mencapai 3.000 orang. "Ini dilakukan orang-orang Demokrat, supaya saya tetap terlihat jelek, padahal sudah sukses mengumpulkan miliaran dolar untuk membangun kembali Puerto Riko," imbuhnya, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat 14 September 2018.
 
"Jika ada yang meninggal, misalnya karena sudah tua, mereka tetap masukkan ke daftar korban karena badai. Cara berpolitik yang jelek," lanjut Trump.
 
Badai Maria menghantam Puerto Rico dan Republik Dominika pada September 2017. Badai ini disebut-sebut sebagai bencana terburuk yang pernah menghantam daerah di Perairan Karibia itu.
 
Puerto Rico sendiri adalah wilayah persemakmuran Amerika. Trump adalah Presiden Puerto Riko.
 
Kala itu Presiden Donald Trump dikritik, karena baru berkunjung ke Puerto Rico pada 3 Oktober 2017, sekitar dua minggu setelah Maria melanda. Padahal wilayah itu nyaris lumpuh dengan kondisi listrik padam, air bersih sulit ditemukan dan berbagai bangunan luluh-lantak.
 
Tweet dari Trump itu disampaikan menjelang Badai Florence melanda sejumlah negara bagian di Pantai Timur Amerika, mulai pertengahan minggu ini.
 
Pengusaha properti itu menegaskan bahwa Amerika "siap menghadapi badai besar yang akan datang (Florence)”, mengingat berbagai kinerja pemerintahannya yang diklaim Trump mendapat nilai 'A+', saat menghadapi dan menanggulangi badai di Texas dan Florida.


(FJR)