Surat Diduga Berisi Racun Dikirim ke Trump

Willy Haryono    •    Rabu, 03 Oct 2018 10:48 WIB
amerika serikat
Surat Diduga Berisi Racun Dikirim ke Trump
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Washington: Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki surat diduga berisi racun mematikan jenis ricin, Selasa 2 Oktober 2018, yang dialamatkan kepada Presiden Donald Trump dan Kementerian Pertahahan atau Pentagon.

Pasukan Pengaman Presiden AS (Secret Service) mengaku telah menerima sebuah "amplop mencurigakan" yang dialamatkan kepada Trump pada Senin kemarin. Di hari yang sama, dua paket mencurigakan diterima Pentagon.

"Amplop itu tidak diterima Gedung Putih, dan bahkan tidak sempat masuk ke sana," ucap Secret Service, seperti dilansir dari kantor berita AFP.

"Kami berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menyelidiki penuh kasus ini," lanjutnya.

Juru bicara Pentagon Chris Sherwood mengatakan pihaknya "mencurigai dua paket itu berisi ricin." Namun Pentagon masih menanti konfirmasi untuk memastikan isu dari paket itu adalah ricin.

Seorang pejabat Kemenhan mengatakan kepada AFP bahwa dua paket itu dialamatkan kepada Menhan James Mattis dan Kepala Angkatan Laut Laksamana John Richardson.

Dibuat dengan memproses biji jarak, ricin adalah racun mematikan bagi manusia. Racun ini 6.000 kali lebih kuat dari sianida, dan hingga kini belum ditemukan obat penawarnya.

Ricin dapat menyebabkan seseorang mengalami mual, muntah-muntah, pendarahan organ dalam dan kesulitan bernapas hingga akhirnya meninggal dunia.


(WIL)