Penembak di Kantor YouTube Merasa Diperlakukan Tak Adil

Arpan Rahman    •    Rabu, 04 Apr 2018 17:24 WIB
youtubepenembakan as
Penembak di Kantor YouTube Merasa Diperlakukan Tak Adil
Nasim Aghdam. (Foto: nasimesabz.com)

California: Seorang wanita, yang merasa ditekan oleh YouTube, mengatakan kepada keluarganya bahwa dia "membenci" perusahaan itu. Pelaku melepaskan beberapa tembakan senjata api di kantor utama YouTube di California, yang berujung pada terlukanya tiga orang, Selasa 3 April 2018. 

Usai beraksi, pelaku yang diketahui bernama Nasim Aghdam melakukan bunuh diri. Pelaku dilaporkan sebagai seorang vlogger yang sering mengunggah video buatannya ke YouTube.

Petugas tidak yakin pelaku sengaja membidik tiga korban saat menembakkan beberapa peluru di halaman kantor YouTube.

Seorang aparat penegak hukum yang mengetahui penyelidikan kasus ini mengatakan kepada Associated Press bahwa Aghdam memiliki perselisihan panjang dengan YouTube. Ia mengatakan Aghdam menggunakan nama "Nasime Sabz" di dunia maya.

Sebuah situs milik Nasim mencela kebijakan YouTube, dan mencetuskan bahwa perusahaan itu berusaha "menekan" para pembuat konten.

Baca: Kronologi Penembakan di Kantor YouTube

“Youtube mem-filter kanal saya agar video saya tidak dapat dilihat orang-orang!" tulis satu pesan di situs itu. 

"Tidak ada peluang setara di YOUTUBE atau situs berbagi video lainnya. Kanal Anda akan berkembang hanya jika mereka (YouTube) kehendaki!!!!!" lanjutnya.

Aghdam "membenci" YouTube dan marah karena perusahaan berhenti membayarnya untuk video yang dia unggah. Kabar ini disampaikan ayahnya, Ismail Aghdam, kepada Bay Area News Group.

Pada Senin 2 April, dia menelepon polisi untuk melaporkan putrinya telah hilang karena tidak menjawab telepon selama dua hari. Ia memperingatkan petugas bahwa anaknya itu mungkin pergi ke kantor YouTube.

 


(WIL)