9 Bulan Pertama Menjabat Presiden, Trump Kehilangan 10 Pejabat Penting

Arpan Rahman    •    Kamis, 09 Nov 2017 17:51 WIB
pemerintahan as
9 Bulan Pertama Menjabat Presiden, Trump Kehilangan 10 Pejabat Penting
Presiden AS Donald Trump ditinggal 10 pejabat penting dalam pemerintahan (Foto: AFP).

Washington: Setelah sembilan bulan pertama pemerintahan Donald Trump ditandai oleh beberapa pengunduran diri pejabat tinggi dan pemecatan para petinggi di pos-pos penting pemerintahan.

Berikut daftar pemecatan terbanyak di Washington, dimulai dengan yang terbaru.

Tom Price, Menteri Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan

Dipekerjakan: 10 Februari 2017

Mengundurkan diri: 29 September 2017

Masa jabatan: 232 hari

Price mengundurkan diri setelah terjebak dalam sebuah kontroversi karena penggunaan jet pribadi untuk perjalanan pemerintah. Mantan anggota kongres dan ahli bedah ortopedi tersebut mengambil sebanyak 26 pesawat sewaan selama masa jabatan singkatnya sebagai kepala Kementerian Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan (HHS). 

Dia dilaporkan sudah menghabiskan sekitar USD1 juta uang pembayar pajak guna perjalanan domestik dan penerbangan militer ke Afrika, Asia, dan Eropa. Kantor Inspektur Jenderal HHS telah melancarkan penyelidikan atas masalah ini sepekan sebelum pengunduran diri Price.

Sebastian Gorka, Deputi asisten Presiden

Dipekerjakan: 30 Januari 2017

Mengundurkan diri: 25 Agustus 2017

Masa jabatan: 208 hari

Gorka memusatkan perhatian pada keamanan nasional dan kontraterorisme selama berada di Gedung Putih. Sebelum itu, dia pernah bekerja sebagai konsultan kebijakan pembayaran untuk kampanye Trump. Seorang pejabat Gedung Putih membantah laporan yang mengatakan bahwa Gorka mengundurkan diri, namun menegaskan bahwa mantan asisten tersebut "tidak lagi bekerja di Gedung Putih".

Federalist, sebuah majalah online, memperoleh dan mencatat apa yang dilaporkannya sebagai surat pengunduran diri Gorka. Gorka mengatakan bahwa dia akan kembali ke Breitbart, sebuah gerai media sayap kanan, tempat dia sebelumnya bekerja sebagai editor keamanan nasional dan sering memperingatkan soal terorisme Islam.

Steve Bannon, Kepala Strategi Gedung Putih

Dipekerjakan: 20 Januari 2017

Dipecat: 18 Agustus 2017

Masa kerja: 211 hari

Pemecatan Bannon dikatakan sudah menjadi akibat dari rasa frustrasi Trump dengan kepala strategi utamanya. Bannon bergabung dalam kampanye Trump pada Agustus 2016, setelah bertugas sebagai eksekutif di Breitbart. Waktunya di Gedung Putih ditandai dengan banyak pertanyaan, dan dia tidak sependapat dengan Trump mengenai sejumlah isu, termasuk keputusan Presiden mengirim lebih banyak tentara ke Afghanistan. Masa jabatannya juga ditandai dengan pertengkaran dengan rekan-rekannya di Sayap Barat Gedung Putih, termasuk menantu Trump dan penasihat senior Jared Kushner. Bannon kembali ke Breitbart selepas meninggalkan Gedung Putih.

Anthony Scaramucci, direktur komunikasi Gedung Putih

Dipekerjakan: 21 Juli 2017

Dipecat: 31 Juli 2017

Masa kerja: 10 hari

Pengunduran diri Scaramucci terjadi setelah dia memberi tahu seorang reporter New Yorker bahwa Reince Priebus, kepala staf Gedung Putih saat itu, adalah seorang "penderita skizofrenia paranoid, seorang paranoiak" dan menuduhnya membocorkan informasi kepada wartawan. Scaramucci, mantan pemodal Wall Street dan pendukung lama Trump, membuat Gedung Putih bergejolak dalam masa jabatannya yang singkat. Perekrutannya segera diikuti oleh mundurnya Priebus dan Sekretaris Pers Sean Spicer.

Reince Priebus, Kepala Staf Gedung Putih

Dipekerjakan: 20 Januari 2017

Dipecat: 28 Juli 2017

Masa jabatan: 190 hari

Trump mengumumkan di Twitter bahwa dia menggantikan Priebus sebagai tangan kanannya dengan John Kelly, Menteri Kementerian Dalam Negeri. Setelah meninggalkan Gedung Putih, Priebus mengatakan kepada Fox News bahwa dia akan menjadi "Tim Trump selama-lamanya."

"Saya akan selalu berada di luar sana untuk membantu presiden, memajukan tujuannya, juga mendukungnya sebagai teman," kata Priebus, seperti disitat Independent, Rabu 8 November 2017.

Sean Spicer, sekretaris pers Gedung Putih

Dipekerjakan: 20 Januari 2017

Mengundurkan diri: 21 Juli 2017

Masa jabatan: 183 hari

Setelah berbulan-bulan beredar spekulasi bahwa Spicer siap meninggalkan Gedung Putih, diumumkan pada Juli bahwa wakil sekretaris pers Sarah Huckabee Sanders telah dipromosikan mengisi jabatannya. Trump sudah minta Spicer agar tetap menjabat, menurut New York Times, namun mantan ajudan tersebut mengatakan kepada Presiden bahwa penunjukan Scaramucci adalah sebuah kesalahan besar.

Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Spicer berkata merasa "lega" dan bahwa "secara organisasional" tim komunikasi Gedung Putih memerlukan "awal yang baru."

Mike Dubke, direktur komunikasi Gedung Putih

Dipekerjakan: 6 Maret 2017

Mengundurkan diri: 18 Mei 2017

Masa jabatan: 74 hari

Dubke dilaporkan meninggalkan Gedung Putih secara baik-baik. Tapi menurut Axios, dia mengalami kesulitan untuk membimbing mereka yang pernah bersama Trump sejak kampanye. Setelah mengundurkan diri, Dubke menawarkan untuk tetap bertahan sampai akhir perjalanan pertama Trump ke luar negeri sebagai presiden dan "sampai sebuah transisi selesai."

James Comey, Direktur FBI

Dipekerjakan: 4 September 2013

Dipecat: 9 Mei 2017

Masa jabatan: 1.344 hari

Ketika Trump memecat Comey, Gedung Putih mengatakan bahwa hal itu sesuai dengan rekomendasi Jaksa Agung Jeff Sessions dan Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein, yang mengkritik penanganan Comey dalam penyelidikan atas email Hillary Clinton. Tapi Trump mengatakan bahwa dia memikirkan "soal Rusia ini" saat dia memutuskan untuk memberhentikan kepala FBI-nya. Sambil merujuk pada penyelidikan dugaan hubungan antara penasihat kampanye Kremlin dan Trump. Comey bertanggung jawab atas penyelidikan FBI tersebut saat itu.

Trump kemudian menggambarkan keputusan itu sebagai keputusannya sendiri dan mengatakan bahwa dia sedang memikirkan penyelidikan FBI tentang campur tangan Rusia di pemilu saat dia memutuskan untuk memecat Comey.

Michael Flynn, penasihat keamanan nasional

Dipekerjakan: 20 Januari 2017

Mengundurkan diri: 13 Februari 2017

Masa jabatan: 25 hari

Flynn, yang mendukung Trump selama masa kampanye, terpaksa mengundurkan diri sesudah terungkap bahwa dia mengelabuhi Wakil Presiden Mike Pence tentang beberapa pertemuan dengan Sergey Kislyak, Duta Besar Rusia untuk AS pada saat itu. Penasihat khusus Robert Mueller saat ini sedang menyelidiki hubungan Flynn dengan Rusia dan Turki sebagai bagian dari investigasi apakah penasihat kampanye Trump berkolusi dengan Kremlin guna mempengaruhi pemilu 2016.

Sally Yates, pejabat Jaksa Agung

Dipekerjakan: 20 Januari 2017

Dipecat: 30 Januari 2017

Masa jabatan: 11 hari

Setelah hampir tiga dasawarsa di Departemen Kehakiman, Yates menjadi pejabat jaksa agung di saat pilihan Trump untuk peran tersebut, Jeff Sessions, menunggu untuk dikonfirmasi oleh Senat. Yates dipecat setelah dia menginstruksikan pengacara Kementerian Kehakiman untuk tidak membela perintah eksekutif Presiden pada 27 Januari yang melarang warga negara asal tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim memasuki negara tersebut selama 90 hari. Dalam sepucuk surat kepada para hakim, dia mengatakan bahwa perintah tersebut tidak dapat dipertahankan di pengadilan. Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Yates "mengkhianati Kementerian Kehakiman."


(FJR)